Jawab AHY soal Revolusi Mental, Ini Penjelasan Sederhana dari Golkar

Jawab AHY soal Revolusi Mental, Ini Penjelasan Sederhana dari Golkar

RADAR MALANG ONLINE – Orasi politik putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mempertanyakan program revolusi mental Joko Widodo (Jokowi) menjadi kontroversi. Partai politik di lingkaran Jokowi pun angkat suara.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ratu Dian menyebut, sebenarnya sudah banyak eksekuai program revolusi mental yang dilakukan oleh mantan Wali Kota Surakarta itu.

Misalnya, ungkap Ratu, pemerintah telah menerjunkan 34.000 pendamping desa.
Mereka ditugaskan khusus untuk mengubah perilaku aparat dan masyarakat. Di samping itu, mereka juga membantu pengelolaan dana desa secara akuntabel dan transparan.


“Maka cepat atau lambat perilaku akan mengarah pada niat besar revolusi mental yang dicanangkan oleh Jokowi,” kata Ratu saat dihubungi RADAR MALANG ONLINE, Minggu (10/6).

Ratu menuturkan, bagi Partai Golkar sebagian kebijakan Jokowi saat ini sudah berjalan baik, termasuk revolusi mental. Maka, untuk melengkapi seluruh janji politiknya, dirinya menginginkan jagoannya itu terpilih kembali di Pilpres 2019.

“Revolusi mental memang bentuknya tidak terlihat dengan kasat mata, karena itu out come-nya berwujud pada perubahan perilaku,” ucap Ratu.

Saat disinggung mengenai kritik partai oposisi bahwa bangsa Indonesia di era kepemimpinan Jokowi cenderung terpolarisasi, Ratu menampik tudingan tersebut. Baginya, justru oposisi lah yang telah membuat revolusi mental menjadi terhambat.
“Yang membuat kubu menjadi terpolarisasikan, oposisi itu sendiri,” pungkasnya.
Sebelumnya, AHY menyebut saat ini Presiden Jokowi hanya fokus kepada pembangunan infrastruktur. Padahal ada yang lebih penting yakni pembangunan manusia.
“Saudara-saudara, sebenarnya pada awal pemerintahan Presiden Joko Widodo, sebagian besar rakyat menaruh harapan kepada program pembangunan manusia Indonesia,” ujar AHY membuka pidato politik bertema ‘Dengarkan Suara Rakyat’ di JCC, Jakarta, Sabtu (9/6).
Putra sulung SBY itu lantas mempertanyakan program revolusi mental yang dahulu digagas Jokowi. Sebab gaungnya kini tak lagi terdengar.
“Ketika pemerintah saat itu berhasil membangun ribuan kilometer jalan, ratusan jembatan dan proyek infrastruktur lainnya, pantas kita patut bertanya, apa kabar revolusi mental?” tanya AHY.

(aim/JPC)