Jatuh Cinta karena Terbiasa

Kecintaan Yulysta Frestiantika dengan dunia tari tidak berjalan instan. Sejak duduk di bangku SMP, dia aktif mengikuti sejumlah perlombaan. Masih segar dalam ingatannya bila lomba yang kali pertama dia ikuti yakni di sekolahnya. Kala itu, pihak sekolah memang sengaja membuat kompetisi tari khusus internal.

”Dari situ akhirnya saya sering latihan tari dengan teman-teman, baik di sekolah maupun ketika pulang sekolah,” terangnya. Dari ketekunannya berlatih, warga Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen, ini bisa meng-update keterampilannya.

”Ketika masuk SMA, kemudian saya mulai berkenalan dengan tari modern seperti dancer gitu,” imbuhnya. Sejak saat itu, dia mulai aktif mengikuti kompetisi di Malang Raya. ”Karena kalau ikut kompetisi itu lebih tertantang lagi. Dulu pernah juga ikut kompetisi dance di acaranya Radar Malang,” terang perempuan berusia 24 tahun tersebut.

Hingga kini, dia sudah menguasai beberapa jenis tari. Untuk tari tradisional, dia cukup menguasai tari Beskalan, tari Grebeg Wiratama, dan tari topeng Malangan. Tari modern juga cukup dia kuasai.

Pewarta : Imron Haqiqi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya