Mendadak Viral, David Menyesal Kelewat Iseng

KOTA BATU – Penyesalan selalu datang terlambat. Begitu pula yang dilakukan David, pemuda yang mendadak viral gara-gara mengembuskan asap vape ke arah seekor primata saat berkunjung ke Jatim Park 2. Dia mengaku menyesali perbuatan yang awalnya dianggap sebagai aksi iseng saja.

Untuk menunjukkan penyesalannya, David mendatangi Batu Secret Zoo kemarin (30/7). David ditemui langsung oleh GM Jatim Park 2 Agus Mulyanto. Selain untuk klarifikasi dan membuat pernyataan permohonan maaf, David mengakui apa yang dilakukan adalah keliru. ”Saya mohon maaf sebesar-besarnya, kejadian mengembuskan uap vapor (vape) oleh saya sendiri kemarin sore (29/7) itu adalah perbuatan yang salah dan tak pantas,” ungkapnya saat membacakan surat pernyataan permohonan maaf yang ditulis tangan.

Menurut David, peristiwa yang sempat menghebohkan jagat dunia maya itu pun dilakukan atas dasar iseng yang diakuinya sudah kelewat batas. ”Sebenarnya iseng saja, perbuatan iseng itu secara spontan saya lakukan,” ungkapnya

Dia mengaku baru tahu jika videonya tersebar oleh pemilik akun Instagram Doni Herdaru. ”Saya tahu semenjak pertama ter-publish oleh pemilik akun Instagram Doni Herdaru yang mengunggah itu (video). Dia mem-follow tunangan saya,” bebernya.

Usai videonya tersebar dan mendapatkan ragam komentar yang menyudutkan, David pun merasa terpukul. Dia tak menyangka kejadian usilnya harus berakhir dengan rasa malu dan perasaan bersalah. ”Itu sudah jadi pukulan telak juga,” tutup pria yang mengaku asli Malang ini.

Sementara itu, sejak mendapat perlakuan buruk pengunjung, dua ekor primata berjenis Red Tailed Guenon asal Afrika itu langsung dikarantina oleh manajemem Batu Secret Zoo. Karantina dilakukan untuk memeriksa kondisinya. ”Langsung dikarantina saat itu juga, karena secara umum mereka seperti manusia. Kalau kebanyakan menghirup asep (asap) akan berpengaruh ke paru-paru. Dalam jangka panjang, nanti juga akam berpengaruh,” jelas Agus Mulyanto.

 

Untuk mengantisipasi kejadian serupa tak terulang lagi, Agus menyatakan akan lebih meningkatkan pengawasan di area konservasi. Khususnya bagi para perokok. Mengingat, sebenarnya sudah disediakan area khusus bagi para perokok. ”Langkah manajemen untuk perokok, kita akan lebih tertib lagi. Memang manajemen sudah menyediakan tempat untuk perokok. Hanya saja, untuk ke depan akan lebih mengarah lagi. Kita akan perjelas mana sih yang boleh merokok dan tidak,” tambahnya.

Beruntung, atas aksinya itu, David tak sampai dikenai sanksi khusus. Namun, Agus berharap, kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih menghargai alam dan satwanya. ”Tidak ada sanksinya, cukup minta maaf kepada kami (manajemen). Bagaimana pun juga, lembaga konservasi untuk menyelamatkan satwa yang terakhir,” bebernya.

Mirisnya, pelaku yang mengaku warga Malang ini juga merupakan penyayang binatang. Di antaranya, dia memelihara sugar glider dan anjing. ”Saya memang pencinta hewan, tapi saya sudah kelewat iseng,” ungkapnya.

 

Pewarta: ven
Penyunting: Ahmad Yani
Foto: Bayu eka Novanta