Jatim Park ‘Pindahkan’ Empat Museumnya ke Trans Studio

KOTA MALANG – Jawa Timur Park (JTP) Grup sulap Gedung Transmart lantai empat kota Malang bak tempat wisata sekaligus edukasi yang menarik.

Group wisata yang berpusat di kota Batu itu memboyong empat museum unggulannya dalam Festival Museum Malang Raya yang digelar di area Trans Studio Mini.

Apa saja yang ditampilkan JTP Group dalam festival yang berlangsung antara 23 – 26 Oktober tersebut?

1. Museum Musik Dunia

Di arena pameran, Museum Musik Dunia menyuguhkan koleksi patung lilinnya.
Di antaranya ada patung lilin Ebiet G Ade yang sedang duduk sambil memegang gitar. Ada pula patung diva pop Indonesia Vina Panduwinata.
Kedua patung tersebut memang dibuat serealistis mungkin dan semirip mungkin dengan kedua musisi tersebut.
“Ini memang kami buat seangat detail. Sampai kerutan wajahnya itu bisa kelihatan. Terus, baju dan make-up juga dibuat semirip mungkin dengan gaya kedua penyanyi legendaris itu,” kata Marketing Museum Musik Dunia, Aprillia Kirana.
Tak ayal sejumlah pengunjung yang berkunjung ke Festival tersebut, sampai tak bisa membedakan apakah sosok tersebut asli atau hanya replika.

2. Museum Satwa

Museum yang terletak di JTP 2 ini memamerkan beberapa koleksi replika hewan buas dan langka di arena festival.
Mulai dari singa, berang-berang hingga ulat retic bisa ditemui di stan Museum Satwa.
Replika hewan-hewan mirip sekali dengan aslinya. Mulai dari rambut, tinggi badan, sampai bulu.
GRO JTP 2 Museum Satwa, Edo Mayranda menjelaskan kemiripan tersebut lantaran hewan tersebut adalah hewan mati yang telah diawetkan. Menggunakan teknik tesidermi yang berasal dari Polandia.
“Jadi simple-nya itu hanya bagian dalam hewan yang diambil. Terus diawetkan begitu luarnya. Jadi memang tubuh hewan-hewann ini asli semuanya,” tuturnya.

3.Museum Tubuh Bagong

Di stand museum ini, pengunjung tidak hanya belajar tentang kesehatan, tapi juga memeriksakan kesehatan mereka.
Sebab, stan ini menyediakan dua alat Auto Refractometer, dan Karada Scan. Dengan kedua alat tersebut, pengunjung bisa mengetahui kesehatan mata dan lemak dalam tubuh mereka.
Bahkan, pengunjung juga bisa berkonsultasi terkait kesehatannya.”Kami berikan itu semua secara gratis demi kesehatan pengunjung dan juga mereka bisa belajar tentang kesehatan di sini,” ujar Kapten Guide Museum Tubuh Bagong, Yusuf Kurniawan,

4. Museum Angkut

Yang terakhir ialah Museum Angkut. Di arena festival, museum ini memamerkan salah satu koleksinya yang kuno dan juga langka. Yakni sebuah skuter, MV Agusta Scooter 1950-150 CC.
Skuter yang dikeluarkan pada tahun 1950 ini terbilang langka. Sebab MV Agusta perusahaan tersebut hanya sekali memproduksi skuter dan hanya sampai tahun 1954.
“Biasanya produksinya itu motor gede bahkan sampai sekarang itu ya moge. Tapi dia pernah mengeluarkan versi skuter dan hanya empat yang ada di dunia. Salah satunya di kami,” Lucky, Guest Relation Officer Museum Angkutm
Keunikan skuter berwarna biru muda tersebut terletak pada mesinnya yang berada di tengah.
“Jadi ini terlihat seperti motor bebek yang dipadukan dengan vespa,” ujarnya.

Itulah empat stand museum JTP Group yang bisa anda nikmati secara gratis di “Festival Museum Malang Raya”. Selain empat stand tersebut terdapat pula 6 stand lainnya, seperti Museum Musik Indonesia, sampai Museum Ganesya.
Tertarik? yuk datang ke Festival itu sebelum tanggal 26 Oktober 2019

Pewarta: Bob Bimantara Leander
Foto: Rida Ayu dan Bob Bimantara Leander
Editor: Indra M