Jasad Istri Muhajir Teridentifikasi








JawaPos.com – Jasad perempuan yang ditemukan dalam kondisi terikat tangan dan kaki dengan kondisi memprihatinkan berhasil diidentifikasi polisi. Korban merupakan Suniati, 50, Istri dari Muhajir, 49, Manajer PT Domas Intiglass yang sebelumnya ditemukan tewas dengan posisi yang juga terikat. Begitu juga dengan jasad M. Solihin, 12 yang merupakan anak dari Muhajir.







Suniati diperkirakan sudah meninggal lebih dari seminggu. Teridentifikasinya jasad tersebut memberikan titik terang baru bagi polisi terkait dugaan pembunuhan terhadap para korban.







Anak pertama Muhajir mengenali jasad tersebut. Karena dia juga sudah melihat tanda-tanda identik dari Suniati. “Persis kayak orang tua saya (Suniati) itu,” kata Desy Rahmawati, 24, di RS Bhayangkara, Medan, Rabu (17/10).







Tanda identik yang ditemuinya adalah bagian gigi, bekas luka pada bagian paha belakang. Selanjutnya, dari jari jari kakinya. “Selain itu, ada guratan bekas habis melahirkan pada bagian perut dan selangkangan,” katanya.







Terpisah, staff Forensik RS Bhayangkara Medan, dr Ismu Rizal menjelaskan, pihaknya masih melakukan identifikasi terhadap jasad itu. Untuk keadaannya, jasad itu sudah dalam keadaan rusak.







“Sedang kita identifikasi. Tapi tadi anaknya sudah melihat ciri-cirinya, dia meyakini itu ibunya,” jelas Ismu Rizal.








Pemeriksaan tetap dilakukan meski sudah ada keterangan yang meyakinkan bahwa itu adalah Suniati. Karena dalam ilmu forensik, mereka tidak bisa menerima keterangan begitu saja. Pihaknya tetap akan melakukan pemeriksaan DNA.








Jika benar itu adalah Suniati, bakal muncul pertanyaan baru pada kasus itu. Karena jarak penemuan jasad Muhajir dan Solihin sangat jauh. Dimana jasad Muhajir ditemukan di aliran Sungai Belumai, tepatnya di Desa Tadukan Raga, Kecamatan STM Hilir, Kamis (11/10).







Sedangkan M Solihin juga ditemukan di tepi aliran Sungai Belumai di Dusun B Bintang Meriah, Desa Limau Mungkur, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hilir, Deli Serdang, Minggu (14/10). Sementara jasad Suniati ditemukan di perairan Batubara, Sumut, Selasa (16/10).







Jarak antara Kecamatan STM Hilir ke Kabupaten Batubara lebih dari 100 Km. Belum lagi Jasad lainnya yang ditemukan yang hingga kini masih samar identitasnya.







Sebelumnya, Muhajir dilaporkan hilang bersama Suniati serta anak mereka M Solihin. Ketiganya hilang dari rumah mereka di Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, sejak Selasa (9/10).







Desy Rahmawati, sang anak yang pertama kali mengetahui keluarganya hilang. Muhajir terakhir terlihat Senin (8/10) malam. Keesokan paginya, Desy menelepon orang tuanya. Namun berkali-kali panggilannya tak mendapat jawaban.







Desy pun mendatangi kediaman orangtuanya. Di dalamnya kosong. Telepon genggam dan dompet orangtuanya sudah ditemukan. Dia langsung membuat laporan ke apolsek Tanjung Morawa.







Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, pihaknya terus melakukan penyelidikan. Identitas pelakunya sudah dikantongi. “Kita sudah membuat tim khusus untuk penyelidikan. Melibatkan Polda dan Polres Deliserdang,” tandasnya.







(pra/JPC)