Jasa Raharja Dulu, Baru BPJS

Pasien kecelakaan bisa saja berobat menggunakan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Syaratnya, pasien harus mengajukan klaim ke asuransi Jasa Raharja. Jika klaim dari Jasa Raharja kurang, kekurangannya baru ditanggung BPJS.

KOTA MALANG – Pasien kecelakaan bisa saja berobat menggunakan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Syaratnya, pasien harus mengajukan klaim ke asuransi Jasa Raharja. Jika klaim dari Jasa Raharja kurang, kekurangannya baru ditanggung BPJS.

”Urus dulu Jasa Raharja-mu. Jasa Raharja keluar, BPJS baru menanggung sisanya. Ini yang nggak banyak diketahui,” ujar dr Thontowi Djauhari NS MKes, wakil direktur Pelayanan Medis Rumah Sakit (RS) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), beberapa waktu lalu.

Djauhari menyampaikan, banyaknya masyarakat yang tidak mengetahui adanya keterbatasan BPJS menimbulkan kesalahpahaman. Dia mencontohkan kasus pasien BPJS yang ditolak RS karena tidak tahu aturannya. Menurut Djauhari, harusnya pasien lebih dulu mendapat rujukan dari puskesmas atau dokter keluarga, baru kemudian dirujuk ke RS. Penanganan bisa ke langsung di RS hanya dalam kondisi tertentu, misalnya darurat. Dalam kondisi tersebut, pasien bisa langsung datang ke RS dan mendaftar di unit gawat darurat (UGD).

”Kalau misalnya malam sesak napas gimana? Harus ada rujukan dulu? Tidak. Kalau dengan kriteria gawat darurat dan mengancam jiwa, bisa langsung ke UGD,” katanya.

Apabila masyarakat mengikuti aturan, katanya, tidak akan ada masalah. Bahkan, sebanyak 75 persen pasien di Rumah Sakit Muhammadiyah (UMM) menggunakan BPJS. Tercatat sejak 31 Oktober, terdapat 77 pasien. Sekitar 59 pasien memanfaatkan fasilitas BPJS. ”Kalau ikut aturan main, semua nggak bakal ada masalah,” tegasnya.



Pewarta : Imarotul Izzah
Penyunting : Mahmudan
Copy Editor : Arief Rohman