Jaringan Internet Jadi Kendala Besar Selama UNBK SMA

Jaringan Internet Jadi Kendala Besar Selama UNBK SMA

Wasekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Satriwan Salim menerangkan, gangguan itu dikarenakan jumlah penyelenggara UNBK SMA/MA lebih banyak dari UNBK SMK. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya jumlah jauh meningkat.

“Gangguan teknis sempat dihadapi oleh SMA Global Sevilla di Jakarta, sekitar 30 menit diduga jaringan internet bermasalah,” jelas Satriwan dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/4).

Saddil Ramdani Mengikuti Ujian UNBK, Pemain Timnas Indonesia dan Persela Lamongan, yang tercatat sebagai siswa kelas 12 IPS 6 SMAN 7 Kota Malang mengikuti UNBK di sekolahnya, Senin (9/4)
(Rubianto/Radar Malang/Jawa Pos Group)

Begitu pula di SMAN 1 Jepon, Jepara. Pada awal tes UNBK dimulai sempat terjadi mati listrik, namun sekolah sudah menyediakan genset, sehingga gangguan tersebut bisa secara cepat teratasi.

Posko FSGI juga menerima laporan juga di SMAN 1 Labuhan Badas, SMAN 2 Woja, yang bermasalah dengan autopatching. Selanjutnya, SMAN 1 Lunyuk, MA Baburrizki, SMAN 1Wera bermasalah dengan server.



Terlepas dari itu, FSGI menyimpulkan masih banyak sekolah yang tidak punya komputer yang cukup. Sehingga, harus meminjam dan akibatnya persiapannya mendadak.

“Sekolah juga masih belum punya jaringan internet yang cukup untuk autopatching program UNBK akibatnya server tidak berjalan,” terangnya.

Belum lagi masih ada sekolah yang belum memiliki proktor yang mampu untuk menjalankan program UNBK dengan baik serta menangani gangguan program UNBK.

“Dalam tinjauan di lapangan, FSGI melihat kesulitan ini terjadi pula di beberapa daerah. Walau yang melapor ke posko FSGI sebagian daerah saja, tapi ini kemungkinan sampel dari permasalahan yang muncul saat UNBK,” pungkasnya.


(rgm/JPC)