Janji Pasangan Sae Benahi Birokrasi Pemkot Malang, Permudah Layanan Publik dengan Teknologi

Sofyan Edi Jarwoko (tengah) bersama warga Tlogomas, Lowokwaru, kemarin (19/4).

MALANG KOTA – Layanan publik di Kota Malang selama ini masih dianggap belum maksimal. Ada saja keluhan dari masyarakat. Misalkan masih berbelit dan menunggu lama.

Nah, problem itu menjadi perhatian pasangan calon wali kota dan wakilnya, Sutiaji-Sofyan Edi Jarwoko (Sae). Layanan publik dijanjikan lebih baik lagi. Caranya?

Memanfaatkan teknologi informasi yang canggih untuk memangkas birokratisasi layanan publik. ”Ini untuk mempercepat respons birokrasi dalam jajaran Pemkot Malang,” tegas Sofyan Edi Jarwoko dalam kampanye kemarin.

Saat memasuki minggu kesembilan kampanye Pilwali Malang 2018, pasangan Sae ini makin giat melakukan silaturahmi dengan warga masyarakat dan para tokoh publik. Seperti yang dilakukan Bung Edi di Kelurahan Tlogomas, Lowokwaru, kemarin. Dia menyosialisasikan program Malang Sae yang Bermartabat dan tahapan menjelang puncak Pilwali 2018 yang makin dekat.

Pada kesempatan ini, Bung Edi–sapaannya– menjelaskan, hakikat pemilihan langsung pada Pilwali 2018. Tujuan demokrasi secara langsung ini adalah agar kedaulatan dapat dipegang penuh oleh rakyat. Tujuan baik ini sering diselewengkan dengan pemberian uang atau sembako, asal bisa meraih suara. Ini perlu diluruskan.



”Paslon Sae tidak memberi macam-macam seperti itu, tapi kami menawarkan program kerja yang kami niatkan sebagai ibadah untuk membangun Kota Malang yang lebih baik demi kesejahteraan bersama,” ujar Bung Edi.

Dia menambahkan, program yang dia tawarkan berupa pemanfaatan teknologi untuk pelayanan. Mulai pengurusan KTP, kartu keluarga, akta kelahiran, dan perizinan.

Masalah birokrasi ini ke depan harus dapat diselesaikan dengan dukungan teknologi informasi sehingga layanan publik prima dapat diwujudkan, yaitu layanan yang mudah, murah, dan cepat.

Pewarta: Samsudin
Penyunting: Abdul Muntholib
Copy Editor: Dwi Lidndawati
Foto: Tim SAE