Janji Kampanye Netanyahu, Ingin Caplok Tepi Barat

Janji Kampanye Netanyahu, Ingin Caplok Tepi Barat

JawaPos.com – Kampanye pemilu Benjamin Netanyahu di Israel mendadak dilirik dunia. Bukan karena pria 69 tahun itu ingin melanjutkan periode kelima sebagai perdana menteri. Melainkan karena janji kampanyenya yang keterlaluan.

Dalam pidato di televisi Selasa (10/9), Netanyahu menyebutkan beberapa janji kampanye. Namun, ada satu janji yang langsung menarik perhatian. Netanyahu berjanji mencaplok wilayah Lembah Jordan dan Laut Mati bagian utara jika menang pada pesta demokrasi 17 September nanti.

“Jika Anda memberi saya mandat, saya bakal langsung mengumumkan wilayah Israel yang baru setelah pemilu,” ungkapnya menurut Agence France-Presse.

Pernyataan tersebut jelas membuat kuping beberapa negara-negara lain panas. Sampai saat ini saja, wilayah pendudukan Tepi Barat yang dicaplok pada 1967 belum diakui secara internasional. Apalagi, wilayah Lembah Jordan dan Laut Mati yang hingga kini dikuasai pemerintah Palestina.

Hujatan langsung datang dari berbagai negara. Terutama negara-negara muslim. Pemerintah Arab Saudi sudah memanggil 57 negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC) untuk melakukan pertemuan darurat.

“Pernyataan Netanyahu yang memuat pesan agresif dan ilegal merupakan pernyataan yang rasis,” ujar Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu.

Wilayah Lembah Jordan mencakup sepertiga dari Tepi Barat. Namun, politisi Israel sejak lama mengincar wilayah tersebut. Menurut mereka, wilayah itu seharusnya dikuasai pemerintah Israel sebagai batas negara sebelah timur.

Jubir PBB Stephane Dujarric sampai memberikan peringatan kepada Netanyahu. Menurut dia, klaim apa pun dari Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat tidak akan mendapatkan pengakuan internasional.

“Yang jelas, hal tersebut bakal mengganggu upaya untuk membangkitkan negosiasi perdamaian,” katanya sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Yang paling keras memprotes tentu saja Palestina. Mahmoud Abbas, presiden Palestinian Authority, memperingatkan bahwa segala perjanjian dengan Israel akan hangus jika Netanyahu benar-benar menepati janjinya. Sebab, langkah itu jelas menyalahi resolusi PBB yang sudah disetujui hampir seluruh negara di dunia. Termasuk Israel.

“Ini jelas deklarasi perang terhadap penduduk Palestina serta aturan hukum internasional,” tegas Hanan Ashrawi, petinggi Palestine Liberation Organization (PLO).