Jangan Tanya Lagi Keislaman Pak Jokowi

Jangan Tanya Lagi Keislaman Pak Jokowi

Dalam publikasinya, para editor survei ini mengutip ucapan Jokowi. Yakni soal Islam di Indonesia yang menjadi kekuatan moderat.

Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Raja Juli Antoni, menyatakan masuknya Presiden Jokowi dalam The Muslims 500 membuktikan pengakuan dunia internasional.

“Pak Jokowi berhasil membangun Islam moderat di negara bependuduk muslim terbanyak di dunia. Selamat, Pak Jokowi,” ungkap Toni-sapaan akrabnya- di Jakarta, Sabtu (14/4).

Selain itu, Toni juga menggarisbawahi langkah penyelenggara survei yang mencantumkan indikator ‘blusukan’. Gaya menyerap aspirasi ala Jokowi ini sukses menginspirasi dunia.


“Pak Jokowi juga telah membawa terminologi blusukan menjadi mendunia. Blusukan menjadi cara seorang pemimpin untuk secara langsung mendengar dan melihat permasalahan di masyarakat,” ungkap Toni.

“Juga untuk membangun hubungan personal yang kuat dan tidak berjarak dengan rakyat,” jelas dia.

Tidak hanya soal blusukan. Presiden Jokowi, kata Toni, juga dianggap memiliki keinginan kuat untuk membangun transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pemerintahan.

“Aneh bila dunia mengakui presiden kita sebagai pemimpin muslim yang berpengaruh, sebagian rakyat Indonesia masih ada saja yang mempertanyakaan keislaman Pak Jokowi,” sindir Toni.

Bukti lainnya adalah soal bagaimana relasi Jokowi dengan dua ormas terbesar di Indonsia. Eks Wali Kota Solo itu dekat dengan para tokoh Nahdlatul Ulama maupun Muhammadiyah.

“MUI juga dekat dengan Pak Jokowi. Demikian pula organisasi-organisasi yang selama ini menjalankan ajaran Islam,” tutup dia.

Penyelenggara survei ini adalah The Royal Islamic Strategic Studies Centre yang berkedudukan di Amman, Yordania.

Dalam menentukan tokoh yang berpengaruh, digabungkan kombinasi matriks sosial, opini publik, dan pendapat para ahli.

Selain Presiden Jokowi, ada dua nama lain dari Indonesia yang masuk Top 50. Yaitu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di peringkat ke-22 dan ulama karismatis Habib Luthfi bin Yahya di peringkat ke-41.

Sementara, mantan Ketua PP Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin masuk Honourable Mentions.


(sat/JPC)