Jangan Salah Kaprah, Keberadaan Hama Ternyata Mampu Menyuburkan Tanaman

 

KOTA MALANG – Selama ini, hama kerap dianggap sebagai penyakit bagi tanaman. Padahal, tak semua hama itu membawa dampak negatif.

Guru Besar Fakultas Pertanian UB (Universitas Brawijaya) Prof Dr Ir Bambang Tri Rahardjo mengatakan, hama justru dapat menyuburkan tanaman. Yakni melalui manipulasi habitat.

Dia lantas mencontohkan hama ulat yang justru mampu menyuburkan tanaman avocad (dikenal pula sebagai alpukat).

“Serangan ulat cricula trifenestrata pada tanaman avocad yang menghabiskan seluruh daun justru sangat baik. Kotoran ulat itu dapat menjadi nutrisi bagi tanaman avocad,” terang pria yang bakal dikukuhkan sebagai guru besar di Rektorat UB besok (20/11) ini.

Namun dalam pertanian modern, hal ini justru menjadi sebuah ketakutan. Atau disebut pula sebagai entomophobia. Sehingga membuat petani menyemprotkan pestisida demi menghindari kegagalan panen.

“Pemerintah pun memberi subsidi pupuk kimia dan pestisida bagi petani. Padahal alam sebenarnya sudah bisa seimbang jika dimanipulasi habitatnya. Bahkan 80 persen tanaman berbunga sangat membutuhkan serangga untuk kesuburannya,” tambah dia.

Untuk itu dalam kajiannya, ia menawarkan beberapa terobosan manipulasi habitat. Seperti budidaya tanaman sehat atau organik, pertanian ramah lingkungan. Serta penanaman tumbuhan untuk menarik serangga bermanfaat, seperti sawi, bunga matahari, wortel, hingga buncis.

“Contoh saat tanaman mulai terserang penyakit, gunakan air rendaman cengkeh atau tembakau. Rendam 24 jam, lalu semprotkan ke tanaman. Alam itu ya obatnya dari alam,” tandasnya.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Rida Ayu

Editor : Indra M