Jangan Mudah Tergiur Iming-Iming Bunga Tinggi Perbankan

EDUKASI: Sekretaris LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) Muhammad Yusron berbicara dalam media gathering di Hotel Tugu Malang, Kamis siang (21/11). (Foto : Darmono/Radar Malang)

MALANG KOTA – Saat ini, suku bunga pinjaman di bank umum ditetapkan sebesar 6,25 persen. Suku bunga ini berlaku untuk periode 20 November 2019 hingga 24 Januari 2020.

Idealnya, semua bank umum mengikuti suku bunga acuan itu. Tidak mematok bunga melebihi 6,25 persen.

Tapi peluang bank memberikan bunga lebih tinggi masih. Iming-iming bunga tinggi inilah yang harus diwaspadai masyarakat.

“Seharusnya sesuai dengan suku bunga LPS, kalau bisa dibawahnya. Karena kalau nasabah tergiur suku bunga tinggi, jika sewaktu-waktu bank-nya dicabut, simpanan tidak bisa dijamin oleh LPS,” kata Sekretaris LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) Muhammad Yusron, dalam media gathering di Hotel Tugu Malang, Kamis siang (21/11).

Calon nasabah, kata dia, harus curiga ketika ada bank yang menawarkan bunga lebih tinggi dari ketentuan LPS.  “Bisa jadi bank tersebut sedang kesulitan keuangan. Untuk menarik nasabah adalah dengan bunga tinggi, itu merupakan cara dari bank untuk “menyambung nyawa”,” ungkap dia.

Selain itu, masyarakat juga perlu berhati-hati dengan praktik penawaran “bunga bank” berupa Cashback. Yakni penawaran pengembalian sejumlah uang tunai yang dilakukan oleh Bank. Baik bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat (BPR). “Sebenarnya Cashback bisa dibilang sebagai praktik yang normal. Yakni saat nasabah menaruh dana yang besar untuk jangka waktu lama,” tandasnya.

Namun terkadang beberapa bank yang sedang mengalami kondisi keuangan yang buruk juga akan menggunakan strategi ini. “Memang sulit untuk mengindikasi. Namun indikator sederhana yang dapat dilakukan oleh calon nasabah adalah dengan memilih bank yang telah memiliki nama besar dan memiliki banyak cabang,” tutupnya. (arl/muf)