Jangan Asal Tutup, Perhatikan ini Sebelum Menutup Kartu Kredit!

JawaPos.com – Menutup kartu kredit sama seperti saat Anda disuruh memilih satu di antara dua item terbaik, membingungkan dan membutuhkan pertimbangan yang cukup matang. Jika salah mengambil keputusan, penyesalan pun siap menghampiri di masa mendatang.

Jika Anda merasa kartu kredit menjadi penyebab hilangnya kestabilan finansial, Anda bisa saja berhenti menggunakannya. Tentunya dengan berbagai pertimbangan. Jangan asal, perhatikan ini sebelum menutup kartu kredit Anda biar tak menyesal seperti dikutip dari Cermati.com.

1. Apakah Yakin bisa Lepas dari Promo Menarik dan Menguntungkan?
Selain memudahkan sistem pembayaran, pengguna kartu kredit berkesempatan untuk menikmati beragam promo menarik setiap bulannya. Mulai dari promo belanja, makan, menginap di hotel, dan promo liburan yang pastinya dapat menghemat pengeluaran.

Tentu saja, berbagai promo itu justru menguntungkan apabila bisa memenuhi kebutuhan. Seandainya berhenti menggunakan kartu kredit, apakah Anda sudah siap kehilangan semua promo-promo menarik ini?
Kalau belum siap, sebaiknya tunda keinginan untuk menutup kartu kredit. Lebih baik pertahankan, tapi dengan catatan Anda harus lebih bisa mengontrol nafsu belanja yang tidak penting.

Dengan begini, pengeluaran Anda menjadi lebih terkendali setiap bulannya. Dan keberadaan kartu kredit bukan lagi sesuatu yang harus dikhawatirkan, tapi justru malah menguntungkan.

2. Tagihan Sudah Lunas Apa Belum?
Kartu kredit adalah solusi terbaik ketika Anda ingin membeli suatu barang, tapi tidak mampu membayarnya dengan uang tunai. Anda bisa memanfaatkan program cicilan yang ditawarkan kartu kredit untuk mendapatkan barang yang diinginkan.

Pastikan semua cicilan sudah lunas sebelum Anda menutup kartu kredit. Jika tidak dilunasi, maka pihak perbankan tak segan-segan mendatangi rumah Anda untuk menagih hutang.

3. Sudah Siap Kehilangan Cicilan Nol Persen alias Tanpa Bunga?
Beberapa penerbit kartu kredit telah menyediakan program cicilan 0 persen bagi semua pengguna yang bertransaksi di merchant atau toko tertentu. Cicilan tanpa bunga ini dimaksudkan untuk menghemat pengeluaran pengguna kartu kredit, terutama transaksi yang jumlahnya besar.

Jika ingin menutup kartu, itu berarti Anda akan kehilangan kesempatan untuk menikmati program cicilan 0% ini. Sangat disayangkan, bukan? Padahal promo seperti inilah yang paling dicari oleh banyak orang demi memaksimalkan keuntungan.

4. Bagaimana dengan Poin yang Ada di Kartu Kredit?
Semakin sering Anda bertransaksi dengan kartu kredit, maka semakin besar pula jumlah poin yang didapatkan. Coba bayangkan kalau dalam sehari Anda transaksi sebanyak 2-3 kali, maka dalam sebulan poin yang terkumpul bisa mencapai ratusan poin atau lebih.

Poin yang terkumpul bisa ditukarkan dengan berbagai rewards menarik dari penerbit kartu. Salah satunya seperti paket liburan hemat atau untuk membeli makanan dan berbagai produk kebutuhan sehari-hari lainnya di merchant.

Jika keputusan untuk menutup kartu kredit sudah bulat, pastikan semua poinnya sudah diredeem terlebih dahulu. Jangan karena ingin cepat-cepat menutup kartu, poin-poin yang sudah dikumpulkan selama ini hangus begitu saja!

5. Bagaimana dengan Sistem Pembayaran Otomatis?
Tak sedikit orang menggunakan kartu kredit untuk menyelesaikan pembayaran secara otomatis, seperti tagihan listrik, air, dan internet. Bagi yang memilih sistem pembayaran auto-debit, sebaiknya datangi kantor penerbit kartu kredit.

Kemudian, mintalah pihak penerbit untuk membatalkan semua pembayaran yang menggunakan sistem auto-debit.

Jika tidak dibatalkan, tagihan di kartu kreditmu akan terus menumpuk. Bisa Anda bayangkan jika tagihan menumpuk, maka biaya bunga yang dibayarkan menjadi semakin besar.

Anda tidak perlu khawatir untuk meminta pembatalan auto-debit, karena tindakan ini sama sekali tidak dikenakan biaya. Selain itu akan memperbaiki skor kredit Anda karena tertip membayar tagihan.

6. Sudah Punya Alternatif Pembayaran Lain?
Jika Anda berhenti menggunakan kartu kredit, maka sistem pembayaran akan kembali menggunakan sistem manual. Sistem ini tentu kurang efektif dan efisien, apalagi bagi Anda yang belum punya alternatif pembayaran lain.

Maka dari itu, jangan buru-buru menutup kartu. Sebaiknya pertimbangkan dulu sistem pembayaran yang akan digunakan di kemudian hari. Kalau sudah punya solusinya, sah-sah saja jika Anda ingin menutup kartu kredit.

7. Simpan Saja Kartu Kredit Anda!
Meskipun sudah tidak digunakan untuk bertransaksi, apa salahnya untuk menyimpan kartu kredit milik Anda sebagai kenang-kenangan. Kalau perlu, simpan juga semua riwayat pembayarannya.
Baik kartu kredit maupun riwayat pembayaran, keduanya bisa dijadikan sebagai bukti kalau utang-utang Anda sudah lunas dibayar. Jika suatu hari pihak penerbit menagih utang yang sudah lunas, Anda bisa menjelaskan kalau utang sudah lunas.

Tunjukan kedua bukti di atas agar pihak perbankan percaya kepada Anda. Bagaimana pun juga menyimpan kartu kredit untuk sesaat akan menguntungkan, karena jika sewaktu-waktu Anda membutuhkan bisa langsung menggunakannya.

Ikuti semua prosedur penutupan kartu dengan benar. Itu beberapa hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum menutup kartu kredit. Ikuti semua prosedur dengan baik dan benar agar proses penutupan kartu kredit berjalan lancar. Bila Anda benar-benar memutuskan menutup kartu kredit, dan suatu saat nanti ingin apply kartu kredit baru, pastikan kondisi keuangan sudah benar-benar pulih untuk menghindari adanya penutupan kartu kredit yang kedua kalinya.

Editor : Mohamad Nur Asikin