Jangan Asal Tutup, Ikuti 6 Cara Menutup Kartu Kredit yang Tepat

JawaPos.com – Setelah lama menggunakan kartu kredit, beberapa dari Anda mungkin memiliki keinginan untuk menutupnya karena berbagai alasan. Bisa jadi karena Anda ingin mencoba hidup hemat sehingga keuangan lebih terkontrol atau hanya sekadar coba-coba untuk merasakan seperti apa nasib Anda tanpa kartu ajaib ini.

Apapun alasannya, pertimbangkan secara matang sebelum mengambil keputusan untuk menghindari adanya penyesalan di kemudian hari. Jangan asal tutup, begini cara menutup kartu kredit yang benar seperti dikutip dari Cermati.com, Minggu (15/12).

1. Tentukan Kartu Kredit yang Ingin Ditutup

Cara ini cocok untuk Anda yang mempunyai lebih dari satu kartu kredit. Sebelum menutup kartu kredit, sebaiknya tentukan kartu kredit mana yang ingin ditutup. Apakah kartu kredit yang akan ditutup itu dari bank penerbit A, B, C, atau semuanya. Pertimbangkan keuntungan dan kelebihan masing-masing kartu kredit sebelum Anda mengambil keputusan.

Jika Anda merasa kartu kredit A atau B memberi banyak keuntungan, lebih baik jangan ditutup. Apalagi jika keuntungannya berkaitan dengan gaya hidup atau hobi Anda sendiri.

2. Datangi Kantor Bank Penerbit atau Hubungi ‘Call Center’

Lakukan konfirmasi penutupan kartu kredit kepada bank penerbit. Sampaikan alasan yang paling masuk akal, sehingga proses penutupan kartu kredit makin cepat. Jika tidak sempat mendatangi bank penerbit, Anda bisa langsung menghubungi customer service atau mengirimkan email. Untuk mendapatkan alamat email atau nomor telepon, sebaiknya kunjungi situs resmi bank penerbit kartu kredit.

Jika tidak, Anda bisa mengunjungi media sosial bank yang bersangkutan. Jangan sampai Anda menutup kartu kredit dengan mengguntingnya tanpa melakukan konfirmasi ke pihak penerbit kartu, karena bisa saja Anda akan terus ditagih iuran tahunan.

3. Ketahui Sisa Cicilan yang Harus Dibayarkan

Bank penerbit manapun tidak akan pernah mengabulkan pengajuan penutupan kartu kredit apabila cicilan belum lunas. Oleh karena itu, pastikan semua cicilan sudah lunas. Setelah itu, barulah menutup kartu kredit milikmu.

Agar cicilan segera lunas, sebaiknya bayar cicilan secara penuh dan hindari pembayaran minimum. Kebiasaan ini bukannya mempercepat pelunasan hutang, melainkan memperlambat karena suku bunga yang harus dibayarkan malah bertambah besar setiap bulannya.

4. Batalkan Sistem Pembayaran ‘Auto Debet’

Jika dibandingkan dengan sistem pembayaran manual, sistem auto debet memang lebih praktis. Sebab cicilan akan dibayarkan secara otomatis melalui gaji bulanan, kartu debit, atau rekening bank yang terhubung ke kartu kredit.

Berhubung karena Anda ingin menutup kartu kredit, maka batalkan sistem pembayaran auto debet ini. Mintalah bantuan pihak bank untuk membatalkan pembayaran auto debet. Untuk melakukan aksi ini, Anda tidak perlu datang ke kantor bank penerbit. Cukup dengan menghubungi customer service, maka permintaan Anda akan segera diproses.

5. Hindari Bantuan Pihak Ketiga

Berencana menutup kartu kredit? Sebaiknya lakukan sendirian, dalam arti jangan melibatkan pihak ketiga. Sebab permohonan penutupan kartu akan semakin sulit dilakukan, meskipun Anda sudah menuliskan surat kuasa kepada orang ketiga tersebut.

Lagipula, bukannya tidak mungkin bila orang ketiga melakukan aksi kejahatan yang dapat merugikan Anda. Misalnya, menggunakan kartu kredit untuk kepentingannya sendiri sebelum menyerahkannya kepada pihak bank.

Daripada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, lebih baik luangkan waktu untuk mengurusnya langsung alias secara personal. Karena kita tidak pernah tahu apa yang di pikiran orang lain, sehingga jangan sampai kartu kredit disalahgunakan.

6. Cari Alternatif Bank Penerbit yang Baru

Layanan yang kurang memuaskan bisa menjadi salah satu alasan kenapa Anda ingin menutup kartu kredit. Jika memang demikian, ada baiknya cari opsi bank penerbit kartu kredit yang baru untuk menggantikan bank penerbit yang lama.

Cari referensi sebanyak-banyaknya agar pilihan Anda selanjutnya tidak mengecewakan. Cari tahu kelebihan dan kekurangan bank penerbit yang baru. Setelah itu, lakukan perbandingan untuk mengetahui bank mana yang menawarkan keuntungan paling banyak dan pastinya sesuai dengan kebutuhan finansial Anda.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah