Jamin Penanganan Sampah, TPA Diperluas dan Ditambah

Berbicara tentang pelestarian lingkungan, maka harus ada proyeksi dalam jangka waktu tertentu. Tidak bisa hanya dipikirkan untuk jangka waktu satu atau dua tahun. Yang dipikirkan harus mencakup beberapa periode setelahnya. Bisa lima tahun ke depan. Atau 10 tahun. Atau bahkan puluhan tahun berikutnya.

Poin inilah yang diusung Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang saat menyoroti penanganan sampah. Tempat pembuangan akhir (TPA) yang ada di Kabupaten Malang ditarget bisa diperluas dan ditambah.

”Untuk di TPA Talangagung, misalnya, dua tahun ke depan memang masih bisa menampung sampah. Tapi, setelah lewat masa itu, juga harus dipastikan daya tampungnya,” terang Kepala DLH Kabupaten Malang Budi Iswoyo.

Tahun ini, TPA Talangagung di Kecamatan Kepanjen sudah diperluas. Dari sebelumnya berukuran 2 hektare ditambah menjadi 2,3 hektare. Ada anggaran Rp 1,5 Miliar yang disediakan untuk membebaskan lahan. Beberapa tahun berikutnya, DLH Kabupaten Malang sudah berancang-ancang untuk menambah jumlah TPA. Dari yang sebelumnya berjumlah empat menjadi tujuh TPA.


Hingga saat ini, TPA yang aktif beroperasi tersebar di beberapa titik. Yakni, TPA Rejosari (Kecamatan Bantur), TPA Randuagung (Kecamatan Singosari), TPA Paras (Kecamatan Poncokusumo), dan TPA Talangagung (Kecamatan Kepanjen).

Tiga usulan penambahan TPA tersebar di beberapa wilayah. Yakni, di Kecamatan Pagak, Turen, dan Pujon. ”Dari perkiraan awal kami, dibutuhkan masing-masing lahan seluas lima hektare,” sambung mantan kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tersebut.

Titik di Kecamatan Pagak dipilih untuk meng-cover sampah di TPA Talangagung. Dengan titik ini, suplai sampah dari beberapa kecamatan bisa diakomodir. Seperti sampah dari Kecamatan Donomulyo dan Sumberpucung.

Pun begitu dengan TPA di Turen. Nantinya TPA di sana bisa mengakomodir suplai sampah dari Kecamatan Pagelaran, Gedangan, hingga Sumbermanjing Wetan. Sementara, TPA di wilayah Pujon bisa menampung sampah dari Kecamatan Ngantang dan Kasembon.

”Selama ini, sampah dari sana (Pujon, Ngantang, Kasembon) harus diangkut ke Singosari terlebih dahulu,” tambah Budi. Usulan itu diharapkan mampu diakomodir. Minimal bisa dilakukan secara bertahap setiap tahunnya. (c1/by)