Jam Operasional Bisa sampai Sore

PAKIS – Meski sudah memberi lampu hijau, Pemkab Malang tetap memberi beberapa catatan pada calon pihak ketiga. Salah satu catatannya terkait keberlangsungan ekosistem yang ada di wanawisata tersebut. ”Tidak boleh ada satu pohon pun yang ditebang.

Termasuk juga habitat monyet, dan bangunan cagar budaya yang ada di sana tidak boleh diubah, harus dijaga,” sambung Wakil Bupati Malang HM Sanusi.

Sementara itu, calon investor yang turut diwawancarai koran ini memastikan bakal patuh terhadap pesan tersebut. ”Konsep kami, Wendit tetap menjadi wisata dengan harga terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Tapi dengan fasilitas yang jauh lebih baik dari yang sudah ada saat ini dan tidak murahan,” terang perwakilan PT Inti Composite Figlasindo Utama, Daru Pambudi.

Secara teknis, meski investasi yang digelontorkan berasal dari PT Inti Composite Figlasindo Utama, mereka mengaku bakal membentuk perseroan terbatas (PT) baru untuk menggarap Taman Wisata Wendit. ”Karena PT kami yang sekarang ini izinnya bukan untuk hiburan.



Agar sesuai prosedur hukum, maka harus kami bentuk PT baru yang bergerak di bidang hiburan karena nanti pajaknya berbeda,” sambung Daru.

Soal teknis pengembangan, pihak ketiga yang berdomisili di Jakarta itu berharap Taman Wisata Wendit tidak hanya beroperasi pada siang hari saja. Melainkan bisa sampai sore dan bahkan malam hari. ”Bocorannya nanti akan kami bangun air mancur menari yang berwarna-warni, itu dinikmati pengunjung saat malam hari,” kata dia.

Informasi yang diterima koran ini, kurang lebih akan ada 19 wahana baru yang akan melengkapi Taman Wisata Wendit. Feasibility study (FS) pun telah dituntaskan oleh pihak ketiga tersebut. Soal harga tiket, Daru menyampaikan bila sampai saat ini pihaknya masih harus melakukan analisis ekonomi terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar Wendit.

Termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM), yang tidak menutup kemungkinan bakal melibatkan masyarakat setempat. ”Peran masyarakat sekitar tentunya kami pertimbangkan, tapi juga dengan kompetensi yang harus sesuai dengan kebutuhan kami,” kata dia.

Terkait kepastian kontrak kerja sama, dia berharap tahun ini bisa diteken. ”Kalau bisa memang di tahun ini, tapi tetap harus memperhatikan aspek-aspek yang lain juga, baik secara hukum maupun prosedur pemerintahan,” tutupnya.

Pewarta               : Farik Fajarwati
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Bayu Mulya