Jalur Zonasi Mampu Tingkatkan Standarisasi Tenaga Pemkot Batu Minimal S1

Wakil Wali Kota Batu meninjau proses PPDB SMP

KOTA BATU – Sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) memiliki prinsip untuk memeratakan kualitas pendidikan di seluruh wilayah, tak hanya terpusat pada satu wilayah saja. Sehingga pada peraturan seleksi, penerimaan calon peserta didik diutamakan yang terdekat jarak rumah dengan sekolahnya bukan nilai ujiannya seperti pada tahun-tahun lalu yang menimbulkan sekolah favorit dan bukan favorit.

Tak hanya siswa ternyata yang disamaratakan, akibat peraturan ini guru juga harus di rotasi dan siap ditempatkan di manapun untuk mendukung pemerataan pendidikan tersebut. Wakil Wali Kota, Punjul Santoso menegaskan rotasi guru ini berlaku baik untuk swasta maupun negeri. Sehingga tenaga didik tidak ada yang terpusat di satu sekolah saja.

“Guru akan kita rotasi ya baik dari negeri ke swasta maupun sebaliknya. Agar semua merata, nggak cuma terpusat di negeri saja,” ujarnya.

Dikatakan Punjul pemerataan tenaga didik ini diharapkan mampu mencetak lulusan-lulusan di Kota Batu dapat bersaing dengan daerah lain. Harapannya kualitas pendidikan terakhir di Kota Batu akan meningkat tak hanya sampai SMP atau SMA saja. Dengan pemerataan tersebut, ia mewakili pemerintah kota (pemkot) bercita-cita untuk menaikkan standarisasi pekerja Pemkot Batu dari beberapa ada yang minimal SMA menjadi minimal S1 seluruhnya.

“Sebenarnya sekolah ini kan tergantung anaknya mau gimana. Maka dari itu kita harus sama ratakan kualitasnya. Baik guru dan siswanya. Pemerintah punya keinginan penerimaan pegawai Pemkot Batu (seluruhnya) lulusan S1. Semiga dengan zonasi ini (hal itu terwujud),” paparnya saat meninjau PPDB di SMPN 1 Kota Batu, Senin (17/6).

Lebih lanjut, dari sistem zonasi ini ia akan mengajukan bahan evaluasi ke pemerintah pusat. Ini terutama berkaitan dengan jumlah SMPN di Kota Batu masih sangat minim, sehingga perlu adanya evaluasi bagaimana jalur zonasi di Kota Batu apakah efektif atau tidak.

“Ya namanya sistem itu pasti ada kekurangan dan kelebihan. Kayak di SMPN 1 ini tenaga IT input data sudah banyak, tapi panitia verifikasi hanya 6-7. Ini juga akan menjadi bahan evaluasi bagaimana ke depan jalur zonasi bisa berjalan lebih baik,” pungkasnya.

Pewarta: Rida ayu
Penyunting: Kholid Amrullah
Foto: Mochamad Sadheli