Jalur Karanglo Dapat Perhatian Khusus

KEPANJEN Fokus polisi dalam mengamankan arus mudik Lebaran tahun ini dipastikan bergeser. Bila sebelumnya jalur Lawang–Singosari yang banyak mendapat perhatian, kini fokusnya bakal berpindah di titik lain. ”Karena tol Malang–Pandaan (Mapan) dan underpass sudah difungsikan, kemungkinan kendaraan akan membeludak di exit tol,” terang Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung. Statement itu dia sampaikan saat memimpin rapat koordinasi kesiapan Operasi Ketupat Semeru 2019 di gedung Sanika Satyawada Polres Malang kemarin (17/5).

Exit tol Mapan yang dimaksudkannya yakni di pertigaan Karanglo. Terhubungnya jalur itu menuju Kota Batu diprediksi bakal menambah volume kendaraan. Karena itulah, pengerahan personel bakal ditambah pada titik tersebut. Secara umum, ada lima target yang diusung Polres Malang dalam Operasi Ketupat Semeru 2019.

Yang pertama melingkupi tentang keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Berikutnya yakni menjaga stabilitas harga pangan. Selanjutnya ialah antisipasi kejahatan jalanan. Yang keempat mengantisipasi bencana alam. Terakhir yang mengantisipasi adanya sweeping dari organisasi kemasyarakatan (ormas).

Sesuai jadwal, Operasi Ketupat Semeru 2019 akan dilaksanakan selama 13 hari. Dimulai pada 29 Mei–10 Juni. Polres Malang sendiri telah menyiapkan 800 personel untuk menggeber agenda tahunan tersebut. ”Namun karena operasi ini gabungan, kalau ditotal mencapai 2.000 personel yang akan stand by,” imbuh Ujung–sapaan akrabnya.

Selain Polres Malang, anggota TNI, dinas kesehatan, Senkom Mitra Polri, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), dinas perhubungan, BPBD, dan satpol PP bakal ikut dalam operasi tersebut. Perwakilan dari instansi-instansi itu kemarin (17/5) turut dilibatkan dalam rapat koordinasi.

Pewarta : Imron Haqiqi
Copy Editor : Dwi Lindawati
Penyunting : Bayu Mulya