Inilah Jadwal Tahapan PPDB 2018 - JPNN.COM

MALANG KOTA-Jalur bidikmisi tahun ini sepi peminat, meski sudah dibuka sejak 25 Mei lalu. Padahal, jalur bagi siswa tidak mampu lainnya, seperti mitra warga malah banjir pendaftar. Usut punya usut, ternyata persyaratan akademis di jalur bidikmisi belum banyak dimiliki siswa SMP tidak mampu.

Untuk diterima di sekolah favorit melalui jalur bidikmisi, siswa harus memiliki nilai rata-rata 8 atau memiliki prestasi akademik di sekolah asalnya. Persyaratan ini, rupanya tidak banyak ditemui di siswa-siswi SMP Kota Malang. Apalagi, kuota sebesar tiga persen dinilai terlalu kecil dengan persyaratan yang ketat.

SMAN di kawasan tugu, antara lain SMAN 1, SMAN 3, dan SMAN 4 rata-rata pendaftar jalur bidikmisi hanya ada empat orang. Di SMAN 4, dengan jumlah pagu tahun ini sebesar 320 siswa, kemungkinan siswa bidikmisi yang diterima sebanyak sembilan orang. Ketua pelaksana Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMAN 4 Alfan Akbar Yusuf memang membenarkan, bidikmisi tidak begitu dilirik pendaftar.

Dibanding jalur bidikmisi, Alfan menyebutkan jalur tidak mampu lainnya, seperti jalur mitra warga malah ramai peminat.”Dari pendataan pada 3 Mei ada sekitar 25 pendaftar, bisa lebih karena sisanya belum terekapitulasi,” ujarnya. Untuk jalur mitra warga, mengandalkan perangkingan dan seleksi oleh tim verifikasi untuk ditentukan kelayakan sesuai jalur yang diambil. ”Jadi, kami menerjunkan guru-guru untuk visitasi ke rumah siswa, mengecek benar yang bersangkutan tidak mampu atau bukan,” tambah Alfan.

Alfan menjelaskan, meskipun kuota mitra warga hanya lima persen, jumlah pendaftar yang membeludak itu karena sistem zonasi PPDB tahun ini berbeda. Tahun ini, SMAN tidak lagi menerima siswa dari beberapa kelurahan yang terafiliasi. Sistem zonasi dibagi dalam empat zona dan satu zona yang mencakup beberapa kecamatan dan beberapa SMA. Misalnya, zona satu meliputi empat kecamatan, antara lain Kecamatan Lowokwaru, Kecamatan Klojen, Kecamatan Blimbing, dan Kecamatan Sukun. Zona satu ini terafiliasi dengan tiga SMAN, antara lain SMAN 4, SMAN 5, dan SMAN 7. ”Zona tidak mengkluster kecamatan, karena satu kecamatan bisa ada di dua zona,” ujar Alfan.

Sementara itu, untuk SMAN 5 dan SMAN 8 juga mengalami hal serupa. Rata-rata setiap sekolah menerima siswa bidikmisi sebanyak empat siswa. Anis Isrofin, yang merangkap jabatan kasek di kedua SMAN tersebut menjelaskan, jalur mitra warga membeludak hingga 49 siswa. Sementara, pendaftar bidikmisi hanya empat hingga lima orang. ”Karena keduanya berbeda syarat, untuk bidikmisi utamakan nilai, mitra warga mengutamakan sekolah yang terdekat dengan tempat tinggal,” ujar Anis. Melihat jumlah yang sedikit, mungkin sudah sulit menemukan siswa tidak mampu yang berprestasi.

Di SMAN 9, dari total pagu sebanyak 320, siswa bidikmisi yang diterima hanya 10 siswa dan untuk mitra warga sebanyak 16 siswa. Kasek SMAN 9 Dr Abdul Teddy, M.Pd menjelaskan, boleh saja orang tua yang merasa tidak mampu daftar ramai-ramai ke SMA negeri. ”Toh, setiap sekolah melihat tiga indikator siswa, pertama perangkingan nilai, benar-benar tidak mampu, dan lokasi terdekat,” ujarnya.

Artinya, faktor paling tidak mampu belum tentu bisa diterima jika lokasinya terlalu jauh atau dari hasil ranking belum memenuhi. Teddy memperingatkan beberapa orang tua yang mendaftarkan anaknya, lebih baik melihat potensi dulu. “Ada yang sesuai dengan syarat bidikmisi, masuknya mitra warga, makanya oleh tim PPDB disarankan mendaftar bidikmisi,” ujar mantan Kasek SMAN 3 ini.

Untuk persyaratan kedua jalur tidak mampu ini tak ada perbedaan yang mencolok. Kedua jalur ini meminta siswa dan orang tua menunjukkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dari kelurahan dan fotokopi Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Jamkesmas, atau Kartu Gakin.

Pewarta: Sandra
Editor: Amalia
Penyunting: Irham Thoriq