Jalan Tenes dan Jalan Sulawesi Bakal Bersih Dari PKL

KOTA MALANG – Ini bisa menjadi peringatan bagi pedagang kaki lima (PKL) yang biasanya mangkal di sepanjang Jalan Tenes dan Jalan Sulawesi. Sebelum diobrak satuan polisi pamong praja (satpol PP), ada baiknya pindah ke lokasi lain.Sebab, Satpol PP Kota Malang berencana menertibkan dua kawasan terlarang itu.

”Kami deadline hingga akhir tahun ini (Desember 2018). Dua jalan itu (Jalan Tenes dan Jalan Sulawesi) harus bersih dari pedagang emperan,” ujar Kasatpol PP Kota Malang Priyadi, kemarin.

Pria yang mengantarkan Kecamatan Blimbing meraih juara Otonomi Award Lurah-Camat 2017 itu menerangkan, pihaknya sudah punya konsep penertiban PKL di dua titik tersebut. Untuk Jalan Sulawesi, konsentrasi penertiban yaitu tepat di kawasan pintu masuk Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah. Sedangkan di Jalan Tenes, konsentrasi penertibannya di kawasan depan Stadion Gajayana.

”Dua titik itu (Jalan Tenes dan Jalan Sulawesi) yang kami fokuskan. Sebelum akhir tahun, kami akan lakukan tindakan,” kata mantan camat Blimbing tersebut.

Sebelum menerjunkan pasukan, Priyadi mengaku sudah melakukan langkah persuasif. Misalnya memanggil perwakilan PKL di dua titik tersebut. Dalam pemanggilan itu, dia mengimbau agar para PKL tidak lagi berjualan di Jalan Tenes dan Jalan Sulawesi.



”Awalnya kami tanya, apakah ada tempat yang memungkinkan untuk menampung para PKL atau tidak,” bebernya.

Priyadi menegaskan, pihaknya tidak asal gusur. Sambil menunggu batas akhir yang ditentukan, pihaknya juga membantu para PKL mencarikan tempat berjualan. Jika sudah menemukan kawasan yang resmi, pihaknya menawar PKL untuk relokasi ke titik baru tersebut.

”Kalau sudah tertampung nanti, tentu ada ketentuan yang harus dipenuhi PKL,” imbuh pejabat eselon II-B Pemkot Malang itu.

Sebagai penegak peraturan daerah (perda), Priyadi tidak ingin sewenang-wenang kepala para PKL. Penertiban dilakukan karena dua pertimbangan. Selain para PKL berjualan di lokasi terlarang, juga mengganggu keindahan.

”Ini kami jalankan (penertiban) sesuai perintah wali kota (Wali Kota Malang Sutiaji) untuk penataan dan estetika kota yang lebih baik,” pungkasnya.

Pewarta : Fajrus Shiddiq
Copy editor : Amalia Safitri
penyunting : Mahmudan