Jalan Sehat OJK, FKIJK, dan Radar Malang Full Peserta, Full Hadiah

MALANG KOTA – Otoritas Jasa Keuangan dan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Malang menciptakan sejarah, kemarin (4/11). Acara Jalan Sehat dan Pameran UMKM yang digelar berkat kerja bareng dengan Jawa Pos Radar Malang sukses besar. Selain peserta yang mencapai 10 ribu orang, hadiah yang melimpah, juga banyak tokoh di Malang Raya hadir di acara yang digelar di arena Car Free Day (CFD) Radar Malang, di Simpang
Balapan, Kota Malang, ini.

Berbeda dengan gerak jalan pada umumnya, gerak jalan kemarin meriah karena peserta diiringi drum band Gita Swara dari SMA Taruna Nala, Kota Malang. Beberapa personel band bahkan memakai kostum binatang laut untuk memeriahkan acara. Di antaranya, ikan hiu dan singa laut.

Setelah drum band tersebut berangkat di barisan paling depan, ribuan peserta berjalan sehat di belakangnya. Dengan demikian, para peserta jalan sehat dihibur dengan dentuman drum band sepanjang perjalanan.
Acara jalan sehat kemarin dilepas oleh Wali Kota Malang Sutiaji sekitar pukul 07.00 WIB. ”Dengan ini, saya menyatakan jalan sehat resmi dibuka,” ucap Sutiaji.

Setelah itu, Sutiaji dan beberapa tokoh juga ikut serta jalan sehat menyusuri jalan sekitar 2,9 kilometer. Selain Sutiaji, tokoh yang hadir adalah Pangdivif 2 Kostrad Mayjend TNI Marga Taufiq, Danrem 083/BJ Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo, Dandim Kota Malang Letkol Inf Nurul Yakin, Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri, anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo, Direktur Jawa Pos Radar Malang Kurniawan Muhammad, dan lain-lain. Saat ikut jalan sehat, para tokoh tersebut cukup rileks dengan melakukan wefie bersama. Tak hanya itu, Sutiaji dan beberapa tokoh jadi sasaran foto bersama. ”Ayo Pak, foto bersama,” ungkap salah seorang peserta.

Sementara itu, Kepala OJK Malang Widodo menyatakan, acara jalan sehat ini sebagai puncak Bulan Inklusi Keuangan. Maka dari itu, tema acaranya adalah Sinergi Mendorong Percepatan Akses Keuangan. ”Kita harapkan sinergi keuangan dengan pemerintah Kota Malang terjalin. Salah satunya kita telah melaksanakan edukasi dan literasi pada kelompok masyarakat,” katanya.



Inklusi keuangan tersebut untuk memperkenalkan industri jasa keuangan formal, produk, beserta manfaat penggunaannya. ”Dengan mengenal industri jasa keuangan, mulai produk sampai manfaat penggunaan, maka akses masyarakat terkait masalah keuangan bisa lebih mudah,” imbuhnya.

Sedangkan Ketua FKIJK Malang Wiwi Suprihatno menyatakan, tingkat inklusi keuangan Malang Raya sudah mencapai lebih dari 70%. Menurut dia, acara seperti ini sangat membantu dalam hal literasi keuangan. ”Berarti tingkat pemahaman keuangan cenderung lebih tinggi dibanding dengan kota-kota lain. Harapan kita, pemahaman masyarakat bisa lebih dalam lagi terhadap investasi legal dan ilegal, sehingga mereka menggunakan lembaga keuangan yang formal,” tandasnya.

Selanjutnya, setelah jalan sehat, tibalah pada pengundian puluhan hadiah. Peraih dua hadiah utama, yakni sepeda motor, diraih oleh Elly Famaisela, warga Jalan Trunojoyo dan Fitanti Puji Wardeni, Jalan Simpang Titan.

Keduanya tidak menyangka jika memenangkan hadiah utama tersebut. Bahkan, Elly menanyakan kepada Wali Kota Malang Sutiaji saat di atas panggung perihal hadiah yang dia dapatkan. ”Sudah naik ke panggung, dia (Elly) tanya ke saya tadi, saya dapat hadiah apa, Pak?” ucap Sutiaji saat mengumumkan.

Elly mengaku kaget dan tidak menyangka bisa membawa satu motor Honda Beat. ”Saya masih kaget, makanya tidak menyangka gitu kalau beneran saya yang dapat,” ungkapnya.

Begitu pula dengan Fitanti yang merasa cukup tercengang hingga gemetar. Saat sedang asyik bersapa lewat video call dengan sang anak, dia mendengar namanya dipanggil. Ternyata dirinya berhasil membawa pulang sepeda motor Honda Revo.

”Tidak menyangka banget, saking senangnya ini saya sampai gemetar. Tadi sedang video call sama anak saya, kok tiba-tiba dengar nama saya dipanggil. Ternyata dapat motor,” katanya sambil mengulas senyum.

Selain jalan sehat, kemarin juga dipamerkan sejumlah produk UMKM yang merupakan binaan perbankan. Salah satu produknya adalah jamu dengan merek Bu Roes asal Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Bank yang membina dia sebagai pelaku usaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Syaiful Hamzah, pemilik usaha itu, mengaku senang karena karyanya bisa lebih dikenal dengan adanya acara ini. ”Ini bagus sekali. Ada pembinaan dan juga diikutkan dalam event-event agar lebih dikenal masyarakat,” terang pria yang akrab disapa Ujang itu.

Dia berterima kasih pada Bank Jatim karena telah membina usahanya untuk terus berkembang.

”Saya ucapkan terima kasih, saya sudah 4–5 tahun ini dibina oleh Bank Jatim,” ujar pria yang sudah memulai bisnisnya itu sejak 2006 silam.
Dalam acara kemarin, Bank Syariah Mandiri (BSM) begitu getol dalam menyosialisasikan dunia perbankan pada acara Jalan Sehat dan Bazar UMKM

Inklusi Keuangan di kawasan Jalan Simpang Balapan Minggu (4/11) pagi. Pihak BSM tersebut banyak menawarkan berbagai macam opsi atau pilihan dunia perbankan kepada masyarakat Kota Malang sesuai kebutuhan.

”Kami ada tabungan simpanan pelajar untuk anak-anak usia sekolah. Jadi menabung mulai Rp 2 ribu juga tidak masalah,” terang Yulitania Laksmita Zahro, staf marketing BSM.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik acara yang digagas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Malang, dan juga Jawa Pos Radar Malang tersebut.

”Acaranya bagus dan ini bisa memberikan pengetahuan yang luas untuk masyarakat tentang dunia perbankan. Tidak hanya sosialisasi, orang pasti juga membutuhkan safety dari segi pendanaan,” pungkasnya.

Acara kemarin juga dimeriahkan oleh artis Jawa Timur, Yeyen Vivia dan OM Larosta. Penampilan mereka di sela-sela acara cukup menghangatkan suasana.

Pewarta: Gigih, Arifina, Adel
Editor: Amalia
Penyunting: irham Thoriq