MALANG KOTA – Pengendara yang melintas di Jalan Ki Ageng Gribig, Kedungkandang, tak bebas lagi. Kalau sebelumnya, satu ruas jalan bisa untuk dua arah, mulai kemarin sudah tinggal satu arah. Jalur di sisi selatan dan utara, masing-masing hanya untuk satu arah saja. Uji coba rekayasa lalu lintas itu bakal dilakukan selama sebulan ke depan. KBO Satlantas Polres Malang Kota Erik Purwantoro menjelaskan, rekayasa lalin itu bekerja sama dengan beberapa pihak. Baik dinas perhubungan maupun Polres Malang Kota dan beberapa stakeholder lainnya. Di samping mengurai kemacetan, rekayasa lalin juga bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan. ”Rekayasa ini perlu diuji coba dulu. Biasanya arus jalan sebelah timur dua arah dan sebelah barat dua arah. Kita pakai satu arah,” ungkapnya.

Selain itu, tujuan adanya rekayasa lalin itu juga untuk kesiapan menyambut beroperasinya tol Malang–Pandaan (Mapan). Exit tol seksi V berada di Kedungkandang, Kota Malang, yang tepat di jalur Jalan Ki Ageng Gribig. ”Memang, tujuan utaman kami mengurangi angka kecelakaan. Namun, rekayasa ini juga dalam rangka uji coba sebelum exit tol itu berlaku. Kalau uji coba ini berhasil, kita patenkan ke depannya,” ucapnya saat ditemui di Jalan Ki Ageng Gribig Senin (15/4) kemarin.

Sementara di tempat lain, dinas perhubungan juga akan melakukan rekayasa lalu lintas lagi di Jalan Bandung.

Kadishub Kota Malang Kusnadi menyatakan, dari sejumlah jalan yang dilakukan rekayasa lalu lintas, hanya Jalan Bandung yang perlu ada pola baru lagi.

Seperti diketahui, beberapa minggu sebelumnya juga ada beberapa titik jalan raya yang dilakukan rekayasa lalin. Yaitu Jalan Jakarta, Bandung, Soehat, dan Mergan. Alasannya sama, yaitu mengurai kemacetan di tengah kota. Karena beberapa titik jalan ini merupakan simpul kemacetan di tengah kota. Terutama saat musim liburan dan akhir pekan.

Kusnadi menambahkan, kemacetan di Jalan Bandung tersebut masih belum terurai tuntas. Karena masih ada beberapa kendaraan penjemput sekolah parkir di area tersebut. ”Salah satu caranya melebarkan area drop zone,” tambahnya.

Lebih lanjut, salah satu pelebaran area tersebut dengan cara menambah lahan sekitar 2 meter ke dalam pagar kompleks sekolah Jalan Bandung. Sehingga, pagar sekolah tersebut nantinya bakal dibongkar. ”Pagarnya akan dilakukan pergeseran ke dalam sekitar 2 meter,” ungkap mantan Kadis Perdagangan Kota Malang ini.

Pembangunan tersebut, masih kata dia, bakal memperlebar area drop zone. Sehingga, kendaraan yang menjemput siswa saat pergi dan pulang sekolah tidak akan membuat macet di jalan tersebut. ”Pelebaran ini untuk kendaraan drop zone, biar nggak ganggu lalu lintasnya,” mantan camat Kedungkandang ini.

Pewarta               : M.Badar Risqullah, Imam Nasrodin
Copy Editor         : Amalia Safitri
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Laoh Mahfud