Jalan Berlubang, Kambinghitamkan Drainase

KEPANJEN – Bukan hanya Kota Malang yang sedang ”diteror” jalan berlubang. Wilayah Kabupaten Malang bisa jadi jauh lebih banyak bertebaran jalan rusak sejak musim hujan. Dan pihak Pemkab Malang menyebut, rusaknya jalan tersebut lebih banyak akibat tergerus air yang menggenang. Air hujan tidak mengalir lancar karena banyak drainase yang tak beres.

Berdasar pantauan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, di kawasan Gondanglegi, Bululawang, dan Kepanjen terdapat 50 titik jalan yang berlubang besar. Ini masuk kategori membahayakan pengendara jalan. ”Karena air hujan tidak ada pembuangan dan menggenang terlalu lama, akhirnya mengakibatkan jalan berlubang,” ujar Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Malang Ir Agus Prajitno MT kemarin.

Oleh karena itu, pada tahun ini pihaknya mencanangkan program untuk pengadaan fasilitas drainase, khususnya untuk jalan yang datarannya lebih rendah. Dengan begini, kami pastikan genangan air saat musim hujan akan berkurang,” terangnya.

Program tersebut saat ini sudah masuk dalam perencanaan dan sudah disetujui oleh DPRD Kabupaten Malang. ”Kemungkinan pengerjaannya akan dimulai sekitar April atau Mei,” katanya.

Anggaran yang disediakan untuk pembuatan drainase, menurut Agus, mencapai Rp 15 miliar–Rp 20 miliar.

Selain masalah drainase yang butuh pembenahan, faktor kesadaran masyarakat agar membuang sampah di tempatnya juga penting. Sebab, bisa saja meluapnya air hingga ke jalan raya akibat drainase tersumbat sampah. ”Meskipun kami sudah menyiapkan fasilitas semaksimal mungkin, tapi masyarakat masih tetap membuang sampah sembarang ya percuma,” tandasnya.

Pewarta               : Imron Haqiqi
Copy Editor         : Dwi Lindawati
Penyunting         : Abdul Muntholib
Fotografer          : Rubianto