Jaksa Sita Mobil Kades Ngepeh

Jaksa Sita Mobil Kades Ngepeh

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nganjuk Eko Baroto mengatakan, penyitaan mobil yang dilakukan Rabu lalu sesuai hasil penyidikan terbaru kejaksaan. Yaitu, pembelian mobil berwarna putih itu diduga sebagian menggunakan uang hasil korupsi anggaran desa. “Mobil itu harga second-nya Rp 170 juta,” kata Eko.

Lebih lanjut Eko mengatakan, pihaknya akan memastikan asal-usul uang untuk pembelian mobil milik Afif. Meski demikian, berdasar informasi yang diterimanya, ada sebagian uang hasil korupsi anggaran desa yang digunakan untuk membeli mobil tersebut.

Dikatakan Eko, penyidik telah melakukan penghitungan kerugian negara dalam kasus Afif. Hasilnya, kades yang masa jabatannya habis pada 2019 nanti itu merugikan keuangan negara Rp 200 juta. Jumlah kerugian negara ini masih lebih besar dibanding harga mobil second yang dibeli Afif. “Pembelian mobil setelah ada kejadian (korupsi),” lanjut Eko sembari menyebut mobil dibeli pada 2016 lalu.

Apakah ada aset milik Afif lainnya yang disita? Ditanya demikian, Eko menggeleng. Hingga kemarin baru mobil Afif saja yang disita. Selebihnya, penyidik belum berencana menyita aset lainnya.

Seperti diberitakan, Kades Ngepeh Moh Afifodin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran Desa Ngepeh 2015 dan 2016 lalu pada 8 Desember 2017. Afif langsung dijebloskan ke Lapas Nganjuk sehari sebelum peringatan Hari Anti Korupsi Internasional.

Afif dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam pengelolaan anggaran desa 2015 lalu sekitar Rp 800 juta dan anggaran 2016 lalu sebesar Rp 1,5 miliar. Dia disangka dengan pasal 2 atau pasal 3 jo pasal 18 UU No. 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU No. 20/2001 tentang pemberantasan korupsi.

Sementara itu, meski sudah menahan Afif lebih dari sebulan, kasus korupsi sang kades belum kunjung dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya. Eko mengatakan, jaksa penuntut umum (JPU) masih menuntaskan pemberkasan kasus pria yang sebelumnya sudah diperiksa hingga tiga kali itu.

Ditanya tentang kemungkinan adanya tersangka lain dalam kasus korupsi anggaran desa, Eko juga menyebut hingga Januari ini jumlah tersangka baru Afif. “Belum ada tersangka lagi. Baru satu,” tegas Eko.

(rk/rq/die/JPR)