Jajal Tren Nikah Tamasya dengan 4 Cara Sederhana

JawaPos.com – Sadarkah kalau di zaman sekarang ini semuanya terasa begitu mahal, termasuk saat menggelar resepsi pernikahan. Pasangan yang ingin menikah harus mengeluarkan bujet gila-gilaan agar resepsi pernikahan dapat terwujud sesuai impian.

Mengingat bujet pernikahan di dalam gedung begitu besar, muncullah tren pernikahan baru ykani nikah tamasya. Selain hemat, rangkaian acara nikah tamasya juga tidak serumit pernikahan biasa.

Tapi sebelum itu, apakah Anda penasaran apa itu nikah tamasya? Simak ulasan berikut seperti dikutip dari Cermati.com, Minggu (17/11), saat Anda sedang merencanakan pernikahan impian.

Apa itu Nikah Tamasya?

Nikah tamasya semakin digandrungi oleh pasangan muda, termasuk di Indonesia. Sebagaimana ditulis New York Times, nikah tamasya atau destination wedding ini sebelumnya populer di Amerka dan telah dilakukan sejak pertengahan 1990-an.

Nikah tamasya sama artinya seperti menggelar acara pernikahan secara privat, tetapi prosesnya tetap sakral sesuai dengan agama yang dianut oleh kedua mempelai.

ILUSTRASI. Nikah tamasya biasanya dilakukan di luar kota dengan cara yang private. (Getting Married)

Undangan pernikahan biasanya dibagikan kepada keluarga, teman dan kerabat terdekat saja, sehingga jumlah tamu yang hadir sangat sedikit atau bahkan tidak lebih dari 100 orang.

Pengesahan status pernikahan dilakukan pada pagi hari. Sedangkan pada malam hari
diadakan acara syukuran dan jamuan makan malam sambil diiringi musik. Pada acara ini, kedua mempelai diizinkan berbaur dengan para tamu untuk menambah keakraban antara satu dengan yang lain. Untuk menutup rangkaian acara, biasanya diadakan after party atau pesta kembang api.

Waktu yang dibutuhkan untuk melangsungkan acara pernikahan tamasya biasanya hanya 1 hari. Berbeda dengan pernikahan pada umumnya yang harus memakan waktu selama berhari-hari. Setelah dikatakan sah sebagai suami istri, pengantin baru dapat langsung berbulan madu pada keesokan harinya.

Mengapa Bisa Ngetren?

Nikah tamasya semakin jadi tren karena konsep pernikahan yang tidak terlalu formal. Pengantin boleh menghadirkan konsep apapun sesuai selera. Baik konsep fairy tale, berkebun, musim panas ataupun yang lainnya.

Kebebasan dalam menyusun konsep ini cukup disenangi kaum muda, sehingga nikah tamasya semakin diminati dari hari ke hari. Di Indonesia, nikah tamasya semakin diminati oleh para selebritis. Salah satu tempat yang sering kali dijadikan lokasi nikah tamasya adalah Bali.

Nah, apakah Anda juga ingin menjajal pernikahan tamasya? Ikuti 4 tips wujudkan nikah tamasya berikut ini:

1. Minta Persetujuan dari Orangtua

Bujet menikah tamasya memang terjangkau, tetapi tidak sedikit orang tua yang melarang anaknya untuk menikah dengan cara ini. Kebanyakan orang tua menginginkan agar anaknya menikah sesuai adat istiadat agar tidak terkesan menghilangkan budaya.

Di samping itu, orang tua biasanya juga lebih menjaga omongan keluarga, teman dan tetangga yang beranggapan kalau anaknya sudah melakukan perbuatan terlarang di luar pernikahan.

Mintalah izin orang tua sebelum merencanakan nikah tamasya. Jelaskan alasan mengapa memilih nikah tamasya dan sampaikan kondisi keuangan yang sebenarnya. Bicarakan hal ini baik-baik agar orang tua paham dan segera menyetujuinya.

2. Buatlah Persiapan yang Matang

Acara nikah tamasya biasanya berlangsung di tempat wisata, seperti pantai. Tentunya butuh persiapan yang lumayan merepotkan, apalagi jika letak lokasinya jauh dari rumah. Diperlukan survei tempat, transportasi, akomodasi hingga menu makanan yang sesuai dengan konsep pernikahan agar semuanya terlihat sinergi serta berjalan dengan baik dan lancar.

Supaya lebih mudah, mintalah bantuan jasa vendor untuk merancang konsep pernikahan yang sesuai. Cari referensi sebanyak-banyaknya. Kalau perlu minta rekomendasi teman yang sudah pernah menggunakan jasa vendor untuk acara pernikahannya.

3. Hindari Rasa Panik Berlebihan

Sematang apapun sesuatu yang direncanakan, tidak ada jaminan bakal luput dari hambatan. Salah satu yang sering terjadi adalah cuaca kurang bersahabat. Bayangkan jika hujan turun pada saat puncak pengucapan janji suci pernikahan, siapapun pasti langsung merasa panik.

Apapun yang terjadi selama resepsi pernikahan, sebaiknya hindari rasa panik yang berlebihan. Cobalah untuk tetap tenang terhadap kejadian apapun yang terjadi di sekitar. Kalau pengantinnya saja tenang, para tamu pasti ikut tenang.

4. Sediakan Bujet Tambahan

Setelah acara pernikahan selesai dilaksanakan, ajaklah keluarga untuk liburan bersama di sekitar lokasi pernikahan. Atau bisa juga dengan mengajak mereka makan bersama sebagai bentuk ucapan terima kasih karena telah hadir dan menjadi saksi pada momen berharga dalam hidup Anda.

Meski sudah dipenuhi bujet untuk pernikahan yang sudah disusun rapi, biasanya tetap saja akan menjumpai hal-hal yang tidak terduga. Untuk itu siapkan pula bujet Acara tambahan di luar pesta pernikahan tentu membutuhkan biaya tambahan pula. Siapkan bujet yang cukup untuk membiayai kegiatan lain-lain.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah