Jaga Sumber Air dengan Selamatan

Festival Tirta Amerta Sari yang digelar di Candi Sumberawan, Desa Toyomerto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, ini kemarin (21/10) menarik untuk diikuti. Sebab, dalam festival tersebut menggambarkan beragam upaya penyelamatan mata air yang salah satunya melalui tradisi selamatan.

KABUPATEN – Festival Tirta Amerta Sari yang digelar di Candi Sumberawan, Desa Toyomerto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, ini kemarin (21/10) menarik untuk diikuti. Sebab, dalam festival tersebut menggambarkan beragam upaya penyelamatan mata air yang salah satunya melalui tradisi selamatan.

Seperti yang dilakukan warga Dusun Sumberawan, Desa Toyomerto, Kecamatan Singosari, kemarin, selamatan dilakukan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Mereka berjalan dari dusun setempat menuju Candi Sumberawan dengan memakai pakaian adat Jawa. Mereka menyusuri pematang sawah dengan membawa beragam makanan untuk dibawa ke Candi Sumberawan. Dari pantauan koran ini, acara tersebut berjalan dengan khidmat.

Bahkan, sejumlah wisatawan yang berkunjung ke candi tersebut ikut larut dalam perayaan festival yang menjadi rangkaian kegiatan bersih desa tersebut. Selama dua tahun berjalan, festival ini juga sudah mulai dikenal sebagai wisata budaya.

Hilmi Naswan, ketua pelaksana, menyatakan, acara selamatan sumber air ini bertujuan mengingatkan kepada manusia jika air merupakan unsur penting dari kehidupan. Jadi, anugerah yang diberikan Tuhan kepada manusia itu sepatutnya dijaga dan dilestarikan.

Dia menambahkan, jika Tirta Amerta Sari itu ada artinya. Tirta bermakna air dan amerta berarti tidak mati, lalu sari bisa bermakna inti atau bunga atau secara umum adalah tumbuh-tumbuhan. Jika diartikan secara utuh, air merupakan kehidupan bagi manusia dan tumbuh-tumbuhan.

”Acara ini sudah berjalan dua kali, tahun lalu dan tahun ini. Selain itu, kegiatan ini merupakan rangkaian dari sedekah bumi (bersih desa) yang sudah terselenggara selama 32 tahun,” terang Hilmi.

Menurut dia, dulu warga melakukan sedekah sendiri-sendiri. Lalu, saat ini dikemas dengan dilakukan bersama-sama. Hilmi menyatakan, ada 15 kendi dan 3 gendok yang dibawa untuk pengambilan air. Sebanyak 15 kendi tersebut melambangkan jumlah rukun tetangga (RT) di Dusun Sumberawan dan 3 gendok melambangkan 3 rukun warga (RW) di dusun tersebut.

Sementara itu, acara yang dihadiri musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) setempat juga dibuka dengan tarian Bedoyo yang merupakan tarian penyambutan tamu. Kemudian ditutup dengan perebutan makanan yang sudah dijadikan satu di halaman Candi Sumberawan.

Pewarta : Falahi Mubarok
Penyunting : Kholid Amrullah
Copy Editor : Dwi Lindawati
Fotografer : Falahi Mubarok