Jaga Mata Air lewat Pasar Era Majapahit

KOTA BATU – Ada yang berbeda di kebun bambu seluas 2.500 meter persegi, di Dusun Jeding, Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, kemarin. Puluhan orang tampak memadati sekitar hutan bambu tersebut.

Namun, jangan salah, puluhan warga ini tidak untuk menjarah bambu, melainkan untuk melihat pasar tradisional yang diberi nama Bering Rahardjo. Tepatnya bersebelahan dengan sumber air Jeding. ”Kami ingin masyarakat sadar tentang pentingnya konservasi sumber air,” kata Rahmat Santoso, penggagas Pasar Bering Rahardjo, kemarin.

Menurut dia, pasar tradisional tersebut diyakini bisa menjadi tempat warga untuk berkumpul. Apalagi konsepnya dibuat seperti pasar tradisional era abad ke-14, masa Kerajaan Majapahit. Perlu diketahui, konsep pasar Bering Rahardjo ini serbakuno dan stan dibuat dari anyaman bambu dan total ada 23 stan.

”Setelah warga kumpul, baru kami beri edukasi tentang bahayanya buang sampah sembarangan, apalagi di dekat sumber air,” imbuh pria yang juga menjadi ketua Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam) ini.

Sementara itu, Sekretaris Camat (Sekcam) Junrejo Suparman menyambut baik gagasan tersebut. Apalagi pasar tersebut nantinya bakal dibuka tiap Minggu, pukul 07.00–15.00 WIB. ”Ke depan kami akan kembangkan lagi. Termasuk memanfaatkan dana corporate social responsibility (CSR) untuk pengembangan,” terangnya.



Pewarta : Miftahul Huda
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Imam Nasrodin