Jaga Likuiditas Rumah Sakit, BPJS Financing Bank Mandiri Talangi Pembiayaan Hingga Rp 235 Miliar

KOTA MALANG – Dukungan Bank Mandiri di bidang kesehatan diwujudkan dengan mempermudah entitas pada sektor ini. Untuk menyokong likuiditas rumah sakit, Bank Mandiri membuka lebar peluang talangan biaya melalui program BPJS Financing.

“Selama ini pasien BPJS biaya berobatnya membutuhkan waktu kurang lebih 15 hari untuk klaim. Bahkan telat, padahal rumah sakit juga butuh cash flow. Di program inilah kami siap menalangi biaya itu,” ujar Area Head Bank Mandiri Malang, Pitra Dwi Yuniyanto, Rabu (18/8) di Hotel Harris Malang.

Sementara untuk fasilitas BPJS Financing telah digunakan oleh 316 Rumah Sakit di seluruh Indonesia, sedangkan di Jawa Timur sebanyak 27 Rumah Sakit yang memperoleh fasilitas ini dengan total limit sebesar Rp 235 Milyar.

“Dengan sistem ini kami ingin menutup biaya operasional yang selama ini tertunda. Sehingga kegiatan di rumah sakit tidak tersendat karena kurangnya pembiayaan,” ujar RCBD Head Bank Mandiri Region VIII/Jawa 3, Lourentius Aris Budiyanto dihadapan 51 kepala rumah sakit se Malang Raya.

Sistem pelunasan dana ini pun terintegrasi dengan Bank Mandiri. Nantinya dana yang cair dari BPJS kapanpun akan otomatis masuk ke sistem Bank Mandiri. Jadi tak perlu ribet untuk mengurus pelunasannya.



“Yang menggunakan ini beberapa rumah sakit. Yang pasti Rumah Sakit Unisma itu sudah pakai. Dan berdasarkan testimoninya mereka sangat terbantu dengan aplikasi ini,” tandasnya.

Hingga kini total aset Bank Mandiri Rp 1.235 Triliun pada akhir Triwulan I 2019. Bank Mandiri merupakan salah satu bank terkemuka di Indonesia yang saat ini menjadi mitra utama BPJS.

Layanan Bank Mandiri saat ini dilakukan melalui berbagai channel yaitu 2.460 kantor cabang dan 7 kantor cabang/perwakilan di luar negeri dan 17.376 buah ATM serta jaringan elektronik yang meliputi layanan Mandiri Online,Mandiri Internet Bisnis,Mandiri Cash Management dan Link Aja.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: istimewa
Penyunting: Fia