Jadi Wanita Kulit Hitam Pertama yang Menang Miss Universe, Inilah Latar Belakang Zozzibini Tunzi

RADARMALANGID – Kontes ratu sejagad Miss Universe 2019 membawa Miss South Africa, Zozibini Tunzi sebagai pemenang utama. Tunzi memenangkan ajang Miss Universe 2019 dengan menyingkirkan puluhan kontestan lain.

Kala dipanggil sang pemandu acara, Steve Harvey, sebagai pemenang kontes kecantikan ini, wajah Tunzi langsung sumringah.

Mahkota kemenangan ‘Power of Unity Crown’ pun disematkan di kepala Tunzi oleh Miss Universe 2018 Catriona Gray dari Filipina di Tyler Perry Studios, Atlanta, Amerika Serikat, Minggu (8/12) malam waktu setempat atau Senin (9/12) siang di Indonesia.

Tunzi menjadi wakil Afrika Selatan ketiga yang berhasil memenangkan ajang Miss Universe 2019. Ia juga menjadi perempuan berkulit hitam pertama yang menyabet gelar ratu sejagad sejak kemenangan Miss Angola Leila Lopes pada ajang Miss Universe 2011.

Tunzi lahir di Eastern Cape, Afrika Selatan pada 18 September 1993. Beranjak dewasa, Tunzi lantas berpindah ke Cape Town untuk mengenyam pendidikan di Cape Peninsula University of Technology.

Karier model pertamanya dibangun pada 2017 lalu dengan mengikuti kompetisi Miss South Africa. Sayang, keberuntungan belum berpihak padanya kala itu.

Tak patah arang, Tunzi kembali mengikuti ajang kecantikan serupa. Tunzi berhasil lolos dan dinobatkan sebagai Miss South Africa pada Agustus 2019 lalu.

Dilansir dari E! News (9/12), selain sebagai model, Tunzi juga dikenal kerap terlibat dalam kegiatan aktivisme melawan kekerasan terhadap perempuan. Dia juga kerap bicara soal pentingnya kaum perempuan untuk mencintai dirinya sendiri.

“Yang paling penting diajarkan kepada perempuan muda adalah kepemimpinan,” ujar Tunzi.

Tunzi melihat konsep kepemimpinan selalu absen dari diri perempuan. “Bukan karena kami (perempuan) tidak mau, tapi karena label atau stereotip sosial yang kami dapatkan,” ujarnya. Menurut Tunzi, budaya patriarki yang menempatkan posisi kaum perempuan berada di bawah laki-laki dan dianggap sebagai jenis kelamin kedua jadi salah satu penyebab yang membuat kaum hawa sulit berkembang.

“Perempuan harus berani mengambil tempat di tengah masyarakat,” kata Tunzi berapi-api.

Penulis: Elsa Yuni Kartika
Foto: Istimewa