Jadi Sekjen Partainya Tommy, Priyo Ngaku Terhipnotis Trah Soeharto

Jadi Sekjen Partainya Tommy, Priyo Ngaku Terhipnotis Trah Soeharto

Saat dikonfirmasi, Priyo yang kini sudah resmi hengkang dari Golkar itu mengaku sudah berkomunikasi dengan senior-senior Partai. Antara lain, seperti Akbar Tandjung dan BJ Habibie.

Priyo menegaskan dirinya sudah untuk izin undur diri dari partai yang telah membesarkan namanya dan menjadikannya Wakil Ketua DPR.

Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto saat hadir di Gedung KPU.
(Issak/RADAR MALANG ONLINE)

“Sudah izin ke hampir semua senior dan ini merupakan takdir sejarah ketika dapat kehormatan ditawari oleh Tommy Soeharto (Ketum Berkarya),” ujat Priyo di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (12/5).

Menurut Priyo, Partai Berkarya dengan Golkar hanya beda tipis. Bahkan, visi misi tentang NKRI yang memayungi keanekaragaman juga sama. Kata dia, yang membedakannya hanya Partai Berkarya ini langsung dipimpin oleh trah Soeharto, yakni Tommy Soeharto.

“Jadi yang membedakan adalah kalau Partai Berkarya ini murni dimpimpin oleh trah Soeharto. Dan ini yang ikut menghipnotis saya,” katanya.

Kalau bukan Tommy Soeharto dirinya kemungkinan tidak akan gabung ke Partai Berkarya. Sehingga sosok Tommy ini yang menjadikannya akhirnya keluar dari Partai Golkar yang selama ini membersarkannya.

“Sehingga saya tenang untuk bisa mendampingi putra Pak Harto karena diminta langsung,” ungkapnya.

Priyo juga mengatakan, pada Jumat 6 April 2018 lalu dirinya dipercaya oleh Tommy Soeharto menjabat sebagai sekjen. Sehinga dia akan total untuk membesarkan Partai Berkarya. Targetnya pun tidak muluk-muluk sebanyak 80 kursi di DPR ?saja.

“Jadi izinkan kami mengawal bersama Pak Tommy membesarkan Partai Berkarya,” pungkasnya.

Sekadar informasi, Priyo Budi Santoso adalah mantan kader Partai Golkar. Terkahir dia menjabat sebagai anggota dewan pakar di partai berlogo pohon beringin hitam ini.

Priyo juga diketahui pernah menjabat sebagai Wakil Ketua DPR periode 2009-2014. Dia juga pernah menjabat sebagai ketua fraksi Partai Golkar. Priya kelahiran Surabaya ini juga pernah menjadi ketua umum dari ormas sayap Partai Golkar, yakni Soksi, MKGR, dan Kosgoro 1957. 


(gwn/JPC)