Jadi Lapak PKL, Trotoar di Setiabudi Hanya Tersisa Setengah Meter








JawaPos.com – Belasan pedagang kaki lima (PKL) terlihat menjajakan dagangannya di atas trotoar di Jalan Setiabudi Tengah, Jakarta Selatan. Akibatnya para pejalan kaki harus rela tak bisa menggunakan trotoar tersebut.







Pantauan JawaPos.com, dari lebar trotoar tiga meter hanya disisakan setengah meter saja untuk pejalan kaki. Sementara sisanya ditempati para PKL untuk berjualan. Para pembeli pun memarkirkan kendaraannya di badan jalan yang membuat tempat semakin semrawut.









Rizky 24, seorang pejalan kaki yang melintasi Jalan Setiabudi Tengah mengatakan dirinya tidak masalah dalam hal ini. Namun dirinya menyadari bahwa hal itu membahayakan bagi para pejalan kaki. Karena mereka harus rela berjalan di badan jalan saat melintas.



Trotoar di Jalan Setiabudi Tengah jadi tempat berjualan PKL. (Gobang Mahardhika/JawaPos.com)







“Tidak masalah buat saya sih, saya juga sedikit terbantu (membeli makan dan minum). Tapi kadang memang suka takut kalau tersambar kendaraan, kalau saya berjalan tidak di trotoar seperti ini,” ungkap Rizky, Selasa (23/10).

Sementara salah seorang pedagang mie ayam, Diran, 28, yang menjajakan dagangannya di atas trotoar Jalan Setia Budi Tengah mengatakan, jika ia sudah 3 tahun berdagang. Lokasi tersebut disediakan oleh Pemkot Jakarta Selatan untuk menampung para PKL.







“Saya juga cuma disuruh nungguin dagangannya ibu Ritno, sudah lama juga disini ada 3 tahunan. Saya juga sempat libur selama tiga minggu pas renovasi dan ada jam batas dagang sini pada saat itu,” kata Diran.







Sementara Diran mengaku mendapatkan omset Rp 400 ribu hingga Rp 850 ribu perharinya. Nilai tersebut tergantung ramai atau tidaknya pembeli.








Menurut Camat Setiabudi Dyan Airlangga mengatakan, para PKL tersebut memang binaan dari Sudin UMKM Jakarta Selatan. Lokasi tersebut disediakan untuk berjualan para PKL yang disebut lokasi sementara (Loksem).








“Jadi sebelum ada Lokbin (lokasi binaan) para PKL ini dikasih tempat di Loksem. Salah satunya di Jalan Setiabudi Tengah itu,” katanya.







Sebelumnya, seorang aktifis pejalan kaki Alfred Sitorus terkait hal ini dalam akun instagram @opini.id menyampaikan kritikannya terkait dengan para PKL yang berjualan di atas trotoar. Atas hal itu Pemprov DKI Jakarta bisa terkena sanksi pidana.







“Dia baca UU lalu lintas enggak? Jangan sampai Dinas UKM kena pidana. Ini kecerobohan karena jelas-jelas mengambil ruang publik,” jelas Alfred.







(dik/JPC)