Jadi ”Kampus” Alquran, Unisma Raih Muri

MALANG KOTA – Universitas Islam Malang (Unisma) kian identik dengan Kampus Alquran. Selain mewajibkan karyawan dan dosen membaca Alquran sebelum bekerja, kemarin (22/10), dalam rangka peringatan Hari Santri, Unisma mendapatkan anugerah Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) yang berkaitan dengan Alquran.

Yakni, Unisma dinobatkan sebagai kampus yang mempunyai kaligrafi Alquran terbanyak. Total ada 34 buah kaligrafi yang kemarin dipajang di kampus ini. Satu kaligrafi besarnya sekitar 1,15 meter x 2,24 meter. Kaligrafi dengan media kanvas ini dibuat selama setahun dan merangkai 30 juz Alquran.

Tak hanya sebatas dibuat untuk meraih rekor Muri, nantinya kaligrafi tersebut akan disebar di lingkungan kampus, sehingga nuansa Alquran akan lebih kental di kampus ini. ”Santri itu kan selalu membaca. Alquran itu juga diturunkan pertama kali dalam surat Al-Alaq, yakni Iqra’ atau bacalah, maka Alquran yang sudah menghiasi kampus ini bisa menjadi bagian dari inspirasi civitas academica Unisma,” ucap Rektor Unisma Prof Dr Masykuri Bakri usai acara.

Penghargaan dari Muri ini merupakan perhargaan kesekian kalinya yang diraih oleh Unisma. Sebelumnya, kampus ini meraih rekor Muri untuk rekor 8.000 mahasiswa kuliah pakai sarung terbanyak, tadarus ngaji bersama dengan jumlah jamaah terbanyak, komitmen penandatanganan NKRI terbanyak, pengibaran bendera NU terbesar, dan menulis bacaan salawat terbanyak. Kaligrafi terbanyak ini merupakan penghargaan Muri ke-6 yang diraih Unisma. Untuk yang terakhir, Unisma tercatat sebagai peraih nomor rekor ke-8.699.

”Ditunggu saja, nanti ke depan akan ada penganugerahan lainnya,” imbuhnya.



Dalam rangka Hari Santri, Masykuri berharap civitas academica bisa meneruskan perjuangan santri. ”Peringatan Hari Santri digunakan untuk mempersiapkan budaya dan peradaban yang lebih anggun dan bermartabat bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.

Sementara itu, selain penganugerahan Muri, kemarin juga digelar launching buku berjudul Melejitkan Mutu Pendidikan. Buku ini berisi kumpulan tulisan akademisi Unisma dari kunjungan ke tujuh negara.

Pewarta : MG-1
Copy editor : Amalia Safitri
Penyunting : Irham thoriq