Jabatan Dirut PDAM Kosong

Jabatan direktur utama (dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang kosong. Itu karena Jemianto, yang sebelumnya menduduki posisi itu, pensiun per 6 Desember lalu. Akibatnya, tiga hari ini, 7–9 Desember, terjadi kekosongan posisi dirut.

MALANG KOTA – Jabatan direktur utama (dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Malang kosong. Itu karena Jemianto, yang sebelumnya menduduki posisi itu, pensiun per 6 Desember lalu. Akibatnya, tiga hari ini, 7–9 Desember, terjadi kekosongan posisi dirut.

Kabar kosongnya jabatan dirut PDAM itu diungkap Sekretaris Kota (Sekkota) Malang Wasto. ”Pak Jemianto sudah pensiun,” ujar Wasto usai salat Duhur di masjid Balai Kota Malang kemarin (8/12).

Wasto menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ingin memilih pengganti Jemianto, tapi kesulitan. Sebab, pemilihan pimpinan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Salah satu pasalnya menyebutkan, enam bulan sebelum dan sesudah pilkada, wali kota tidak diperbolehkan mengangkat atau memutasi aparatur sipil negara (ASN). Ketentuan itu juga berlaku untuk pengangkatan atau pemberhentian pimpinan BUMD.

Sebagai jalan keluarnya, Wasto berkonsultasi ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. ”Kami membutuhkan petunjuk dari Kemendagri, menanyakan apakah boleh melakukan penjaringan atau hanya mengangkat PJs (pejabat sementara),” tutur Wasto yang juga ketua Dewan Pengawas PDAM itu.

Siapa yang diproyeksikan menggantikan posisi Jemianto? Wasto belum memastikan. Dia mengisyaratkan kalau Jemianto yang akan ditunjuk menjadi Pjs. ”Masih bisa kalau Pak Jemi (Jemianto menjadi Pjs) walau usianya sudah 60 tahun,” ucap mantan kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang itu.

Terpisah, Wali Kota Malang Moch. Anton menyatakan, pihaknya sudah menyiapkan pejabat sementara untuk mengisi kekosongan posisi dirut PDAM. Yakni, Anitasari (direktur Administrasi PDAM Kota Malang). Anton yakin kalau Anitasari bisa mengemban amanah sebagai Pjs dirut. ”Saya kira tidak akan mengganggu (pelayanan dari PDAM), karena sudah terbangun sistem,” kata Anton.

Ketua DPC PKB Kota Malang ini mengatakan, untuk memilih direktur definitif, pihaknya harus melakukan penjaringan terbuka, serta uji kelayakan dan kepatutan. Namun, Anton masih mengkaji apakah bisa

Pewarta : Aris Syaiful
Penyunting : Mahmudan
Copy Editor : Arief Rohman
Foto : Bayu Eka