Iwan Pernah Terlibat Pencabulan dan Pencurian

KEPANJEN –  Fakta baru tentang Iwan Prasetyo, sopir truk yang menewaskan empat orang di Jalan Kartanegara, Karangploso, Jumat lalu (25/8), diungkap polisi. Diketahui bahwa sopir berusia 28 tahun itu pernah terlibat sejumlah kasus kriminal. Di antaranya, kasus pencabulan dan kasus pencurian. Kasus pencabulan menjerat Iwan pada 2009. Sementara kasus pencurian menjeratnya 2015 lalu.

Sayangnya, polisi belum bisa menjabarkan lebih detail tentang lama hukuman yang sudah dijalani Iwan pada dua kasus itu. ”Yang jelas, tersangka sudah menjalani semua masa hukuman dan kini kembali mendekam di penjara,” terang Waka Polres Malang Kompol Deky Hermansyah kemarin (27/8).

Seperti diketahui sebelumnya, Iwan kembali berurusan dengan hukum karena menjadi penyebab kecelakaan maut di Karangploso Jumat lalu (25/8). Pasca kejadian yang menyebabkan empat orang meninggal dan 10 orang lainnya luka-luka itu, dia ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi juga melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap penyebab kejadian nahas tersebut. Dugaan awal tetap mengacu pada keterangan saksi-saksi yang menyatakan bahwa truk yang dikendarai Iwan mengalami gas blandang dan rem blong. Dugaan itu bakal didalami lebih lanjut oleh polisi.

”Kami sudah berkomunikasi dengan dinas perhubungan (dishub). Selanjutnya, akan segera ada kejelasan terkait alasan terjadinya kecelakaan,” sambung Deky. Kemungkinan lain juga bakal didalami polisi. Salah satunya kemungkinan penggunaan obat-obatan terlarang oleh tersangka. ”Iya, akan kami lakukan tes urine dan darah,” sambung mantan Kapolsek Singosari itu.

Dari keterangan tersangka, penyebab terjadinya kecelakaan maut Jumat lalu (27/8) tetap mengacu pada hasil analisa awal. Yakni, gas blandang. Dia mengakui, ketika mengetahui rem kendaraan juga tidak berfungsi, dirinya langsung panik. Dan tidak sempat berpikir untuk mematikan mesin kendaraan. ”Spontan yang saya pikirkan hanya membanting setir, dengan harapan laju kendaraan akan berhenti,” terangnya di depan awak media.

Karena perbuatannya menghilangkan empat nyawa, sopir PT Wijaya Putra itu diancam dengan hukuman enam tahun penjara. Hal itu sesuai Pasal 310 Ayat 4 UU (Undang-Undang) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Selain mengakibatkan korban jiwa, kerugian materi yang disebabkan karena kecelakaan itu juga tersaji. Ada 8 sepeda motor yang rusak parah, ditambah dengan dua kendaraan roda empat yang juga hancur. Belum lagi beberapa penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Kartanegara, Karangploso, yang rusak dan rumah toko (ruko) yang hancur ditabrak truk.

Pewarta: Ashaq Lupito
Penyunting: Bayu Mulya
Copy Editor: Indah Setyowati
Foto: Falahi Mubarok