ITN Malang Tak Mau Hanya Jadi Follower Hadapi Revolusi Industri 4.0

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan RISETDIKTI, Dr. Muhammad Dimyati

KOTA MALANG – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, tak hanya ingin menjadi follower dalam menghadapi revolusi industri 4.0.

“Karena kita Perguruan Tinggi (PT) berbasis teknologi, tentu kita harus bisa menanamkan pendidkan karakter berbasis teknologi,” kata Rektor ITN Malang, Dr Lalu Mulyadi MT, dalam Seniati (Seminar Nasioy Inovasi dan Aplikasi Teknologi Industri) di Kampus 2 ITN Malang. Sabtu (2/2)

Salah satu upayanya, adalah dengan memberikan literasi melalui Iptek (Ilmu Pendidikan dan Teknologi) serta Imtaq (iman dan taqwa). Juga bekerja sama dengan instansi PT lain sampai pemerintahan.

Sementara itu, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan RISETDIKTI, Dr. Muhammad Dimyati berharap, ITN bisa menjadi salah satu PT yang mampu mendorong dan menyiapkan mahasiswanya untuk bersain di masa depan dengan menciptakan berbagai inovasi kreatif.


“ITN menjadi salah satu yang menunjukkan semangat untuk mencoba menjadi subjek atau penentu,” kata dia

Kuncinya, ialah harus berpijak diatas kemampuan dan jangan selalu melihat rumput tetangga lebih hijau dari milik kita sendiri. “Kalau tidak dimanfaatkan lewat kurikulum, kita akan tertindas,” tuturnya

Sama halnya dengan pemateri asal Universitas Sumatra Utara, Bidan Penelitian Energi Surya, Solar Dryer, Solar Cooling dan Solar Desalinasi, Dr. Eng. Himsar Ambarita ST, MT juga memotivasi untuk terus mengembangkan energi terbarukan dengan memanfaatkan energi fosil dan alam sekitar.

“Karena salah satu bagian dari industri 4.0 kan tentang smart sistem, sehingga harus sejalan,” tandasnya

Pewarta : Feni Yusnia
Penyunting : Kholid Amrullah
Foto : Feni Yusnia