ITN Malang Bakal Sebar Tim Pembinaan Desa di Kota Batu

KOTA MALANG – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang makin mantap mendorong pembangunan Kota Wisata Batu. Dalam rapat bersama jajaran pemerintahan Kota Batu hari ini (28/1), ITN Malang menampung usulan kebutuhan pembangunan dari jajaran Pemkot Batu.

“Banyak UMKM pemula di Kota Batu, ITN kan berkaitan dengan teknologi, dinas kami memfasilitasi usaha yang baru muncul, tapi perlu pembinaan dari era milenial,” ujar sekretaris Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu, Iwan Suprianto saat menghadiri rapat di Ruang Rapat Rektorat ITN Malang.

Menurutnya ITN Malang perlu masuk agar UMKM diidentifikasi, diekspor dan disupport. “Sehingga muncul produk unggulan sehingga mampu mengoptimalkan potensi desa,” tambah dia.

Dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu pun tak ketinggalan mengungkapkan kebutuhannya. Sekretaris DLH Kota Batu, Saiful Mustofa mengatakan selama ini Kota Batu kekurangan tenaga perencanaan taman dan penataannya disoroti masyarakat.

“Kami membutuhkan tenaga ahli itu. Ketika ITN ke sana kami juga sudah sampaikan. Fokus lain adalah pengolahan sampah. Ada kasus sampah longsor jadi pencemaran udara,” ujar Saiful.

Masukan lain juga disampaikan beberapa dinas lain. Diantaranya Kabid Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Batu Endro Wahjudi sampai Sekretaris Dinas Pariwisata, Rr Maria Inge.

Menanggapi semua masukan dan usulan tersebut, Rektor ITN Malang, Dr Ir Kustamar MT pun angkat bicara. ITN Malang siap menindaklanjut dan membahas masing-masing persoalan dalam lingkup mikro.

“Akan dibahas di masing-masing desa nantinya. Saya yakin lain pemerintah lain warna lain juga kebijakan dan strategi. Dari kita siap mensupport dan sama-sama menjaga produktivitas. Perkara mana yang bisa jalan duluan ya bergerak,” jelasnya.

Kustamar mengaku terbuka untuk menyusun program bersama dan konsultasi. Dengan output penyusunan tim ke desa binaan. Masing-masing kelompok yang dibentuk nanti akan mem-follow up perkembangan kawasannya.

“Bukan hanya dosen, mahasiswa bisa dilibatkan. Misal kondisi salah satu desa dibawa dosen masuk studio untuk tugas mahasiswa. Ada beberapa karya yang menggarap satu kawasan, lalu dinas dan pejabat desa terkait diundang untuk memilih atau memberi saran,” beber dia.

Pewarta: Rida Ayu
Foto: Humas ITN Malang
Penyunting: Fia