ISWAM Dorong Indonesia Jadi Pusat Kecantikan dan Estetika di Asia

JawaPos.com – International Seminar and Workshop in Aesthetic Medicine (ISWAM) merayakan ulang tahunnya ke-10 di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (7/12) lalu. Dalam perayaan ultah kali ini, ISWAM menaruh harapan besar menjadikan Indonesia sebagai pusat kecantikan dan estetika di Asia.

Melihat sumber daya manusia yang ada di Indonesia sekarang ini, ISWAM melihat mimpi itu sangat mungkin untuk diwujudkan. Indonesia berpotensi menggeser posisi Korea Selatan yang beberapa tahun belakangan kerap disebut-sebut sebagai trend setter di bidang kecantikan dan estetika di Asia.

Chief Advisory Board of Double Fix dr. Teguh Tanuwidjaja mengatakan, kualitas SDM dokter kecantikan yang ada di Indonesia tidak kalah dengan negara-negara lain, khususnya di Korea Selatan. Menurutnya, saat ini sudah ada sekitar 1.500-an klinik estetika di tanah air yang terdaftar. Klinik-klinik tersebut sudah memiliki SDM yang cukup baik.

Teguh kemudian mencontohkan sejumlah klinik di Bali yang pasiennya banyak berasal dari warga negara asing. “Klinik-klinik di Bali itu pasiennya orang asing. Cuma masyarakat masih kurang teredukasi, jadi mereka lebih memilih ke luar negeri untuk melakukan perawatan kecantikan,” ungkap Teguh saat ditemui di ICE BSD, baru-baru ini.

Di momen ulang tahunnya kali ini, ISWAM juga memperkenalkan produk unggulan Double Fix di bidang kecantikan. Produk ini dinilai sangat bagus digunakan untuk sebuah treatment kecantikan yang tidak saja memberikan hasil yang memuaskan, tapi juga terjamin keamananannya. Produk Double Fix semacam metode tanam benang dengan hasil maksimal. Double Fix dibuat dengan teknologi ultrasound, teknologi terbaru dan pertama di dunia dalam proses pembuatan benang terkuat.

“Dari pengalaman saya di dunia estetik medik selama puluhan tahun, Double Fix salah satu produk yang menurut saya sangat bagus dan memberikan kepuasan pada pasien yang sangat tinggi. Bukan cuma itu, ini sudah teruji keamanannya,” papar Teguh.