Istri Mustofa Nahrawardaya: Sepanjang Itu Kebenaran Saya Dukung Beliau

JawaPos.com – Ditahannya Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya mendapat respon miring dari pihak keluarga. Istri Mustofa, Cathy Ahadi menilai ada kejanggalan dalam proses hukum terhadap suaminya karena dianggap sangat cepat.

Cathy mengatakan, suaminya tidak seharusnya ditahan hanya karena menyebarkan cuitan pemukulan di masjid Al Huda Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pasalnya video itu sudah terlebih dahulu beredar luas di media sosial. Meski begitu, Cathy mengakui tak tahu jika suaminya membuat postingan itu di akun twitternya.

“Saya kurang tahu lalau soal cuitannya. Tapi kalau yang dipermasalahkan terkait video yang beredar soal anak yang dipukuli meninggal itu kan video sudah beredar di medsos secara luas jadi saya agak menyanyangkan kenapa suami saya yang kena,” ujar Cathy saat dihubungi JawaPos.com, Senin (27/5).

Cathy hanya mengetahui suaminya aktif fi media sosial membuat postingan. Tidak dipungkirinya cuitan Mustofa banyak mendapat respon negatif dari netizen. Namun, banyak pula yang menyukainya.



Ia pun mengaku tidak menegur suaminya terkait kevokalannya di media sosial. Dengan catatan apa yang disampaikannya merupakan fakta. “Kalau saya sepanjang itu yang disampaikan kebenaran saya malah mendukung beliau. Karena memang setahu saya yang saya lihat, yang disuarakan bapak adalah kebenaran,” imbuhnya.

Istri Mustofa, Cathy Ahadi. (Istimewa)

Lebih lanjut, Cathy mengatakan, akun media sosial Mustofa kerap kali diretas orang tak bertanggungjawab. Sehingga kadang ada postingan yang bukan dibuat oleh suaminya. Hal itu disebutnya sudah sering terjadi. Baru-baru ini juga Cathy mendengar ada peretasan kembali, hanya saja dia tidak bisa menyebutkan tanggal pastinya.

“Baru-baru ini (kabarnya diretas lagi), karena itu kejadian sering sekali. Bahkan sebelum ramadan itu akun Gojek bapak juga diretas, kami diserbu pasukan Gojek di rumah,” ungkapnya.

Ke depan, Cathy mengatakan akan fokus menempuh jalur hukum. Dia mengaku sudak berkonsultasi dengan beberapa pengacara seperti dari BPN, PP Muhammadiyah, bahkan dari PAN untuk menentukan langkah selanjutnya.

“Karena menurut saya terjadi kejanggalan yah, karena pelaporan itu, yang melapor tanggal 25 Mei kemudian tanggal 26 dinihari suami saya sudah dijemput dan tanggal 27 Mei sudah resmi ditaham itu aneh menurut kami, prosesnya terlalu cepat,” pungkasnya.

Dalam kesempatan ini, Cathy juga sempat menceritakan kondisi Mustofa terbaru. Ia mengatakan terakhir bertemu dengan suaminya pagi tadi di rutan Polda Metro Jaya. Secara keseluruhan kondisinya baik, hanya terjadi pembengkakan di kaki akibat asam urat yang diderita suaminya sudah cukup lama. Bahkan untuk rekam medisnya Cathy siap membuktikan.

Informasi yang didapatnya, suaminya pagi tadi harusnya mendapat pengobatan dari dokter yang disediakan Polda Metro Jaya dari Rumah Sakit Bhayangkara. namun dia belum menerima informasi lanjutan terkait hal itu. Cathy rencananya besok akan kembali ke rutan untuk mengantarkan baju ganti Mustofa.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Dok. JawaPos.com)

Sementara itu, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pihak kepolisian sedang mengecek kesehatan dan psikologi Mustofa. Oleh sebab itu, polisi hingga kini belum memeriksa Mustofa dengan kasus penyebaran ujaran kebencian atau berita bohong.

“Penyidik melihat kembali kondisi kesehatan dan psikologisnya untuk memeriksa yang bersangkutan. Apabila siap akan dimintai keterangan. Tapi kalau belum siap akan dirawat di Rumah Sakit,” kata Dedi, Senin (27/5).

Menurutnya, Mustofa diamankan karena membuat opini di masyarakat dan terjadi kegaduhan di media sosial. Oleh sebab itu, penyidik langsung menyelidiki kasus tersebut. “Penyidik melalui jejak digital secara komprehensif melalui laboratorium forensik digital menemukam akun menyebarkan konten tersebut adalah akun milik saudara M. Dari hasil pemeriksaan Sementara saudara M mengakui. Saat ini sedang didalami dulu dan tentunya penyidik melihat kesehatan dan psikologis saudara M,” pungkasnya.

Sebelumnya, Aparat kepolisian menangkap Mustofa Nahrawardaya. Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu diduga menyebarkan konten ujaran kebencian atau berita bohong (hoaks) di media sosial terkait aksi 22 Mei.

“(Mustofa) Sudah jadi tersangka,” ujar Kasubdit 3 Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul seraya membenarkan penangkapan itu, Minggu (26/5).

Mustofa diamankan berdasar laporan polisi LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019. Anggota Dewan Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu lewat akun Twitternya diduga telah mem-posting ujaran kebencian atau berita bohong terkait video pengereyokan seseorang hingga tewas yang diduga dilakukan oleh personel Polri.

Atas perbuatannya, Mustofa dijerat melanggar Pasal 45A ayat 2 Jo Pasal 28 ayat 2 Undang-undang 19 tahun 2016 dan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan