Iseng Telepon 112 Akan Dipolisikan

JawaPos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mulai risih dengan kelakuan beberapa warga. Beberapa di antara mereka ada yang iseng menelepon nomor darurat 112 meski tidak ada kedaruratan.

Dalam sehari, sekitar 50 persen dari total jumlah panggilan merupakan telepon iseng. Sementara sekitar 10 persen dari jumlah total panggilan ke nomor 112 ternyata hoax.

“Misalnya, masih banyak orang yang hanya menanyakan nomor kontak kepala dinas. Atau telepon tapi tidak ada respons. Itu menganggu,” beber Kepala BPD Linmas Surabaya Eddy Christijanto di Balai Kota Surabaya, Rabu (13/2).

Untuk itu, Pemkot Surabaya akan melaporkan warga yang terbukti menyalahgunakan sambungan telepon 112. Setiap pembicaraan di sambungan tersebut terekam sebagai bukti pelaporan ke polisi.

“Makanya akan kami laporkan ke polisi. Supaya tidak ada halangan bagi warga yang memang membutuhkan pertolongan. Sehingga kami dapat segera menangani kedaruratannya,” tegas Eddy.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran menegaskan, pihaknya akan menerima semua laporan telepon 112 yang iseng maupun palsu. Kemudian polisi akan menyelidiki dan meminta keterangan semua pihak yang bersangkutan. “Jadi monggo kalau dilaporkan ke polisi. Karena semua nomor telepon si penelepon dan isi percakapannya dapat terekam,” kata Sudamiran.

Setelah itu, polisi akan menyimpulkan bahwa telepon iseng tersebut mengandung unsur pidana atau tidak. Jika ada unsur pidana, polisi akan melakukan penyidikan.

Pasal apa yang akan disangkakan kepada penelepon iseng itu? Sudamiran belum dapat menjelaskan. Karena memang belum ada payung hukum dan kriteria yang tergolong tindak kriminal.

“Bukan masuk UU ITE juga itu. Saya juga belum dapat berkomentar. Karena pasalnya belum ada. Tapi dalam hal ini, kami tetap akan bantu pemkot,” tandas Sudamiran.

Editor           : Sofyan Cahyono

Reporter      : Aryo Mahendro