Irfan Bachdim 13 Tahun Berkarir, 10 Klub, 4 Negara, Kini di PSS

JawaPos.com – RADARMALANG.ID – Dari Utrecht, melewati Malang, Nakon Ratchasima, Sapporo, dan Gianyar, sampai akhirnya mendarat di Sleman. Sepak bola telah membawa Irfan Bachdim melanglang buana ke 10 klub di 4 negara berbeda.

Kemarin (12/2) Irfan Bachdim resmi diperkenalkan sebagai pemain PSS Sleman.

PSS Sleman

Tim berjuluk Super Elja (Elang Jawa) itu klub Indonesia ketiga yang diperkuat penyerang 31 tahun tersebut. Dua klub sebelumnya adalah Persema Malang dan Bali United.

Karir di tataran senior ayah dua anak itu dimulai di FC Utrecht (Belanda) pada 2007. Suami Jennifer Bachdim tersebut juga pernah membela masing-masing dua klub di Thailand (Chonburi dan Nakhon Ratchasima United) serta Jepang (Ventforet Kofu dan Hokkaido Consadole Sapporo).

”Saya butuh challenge (tantangan) yang baru. Saya masih percaya kualitas saya dan masih mampu (berkontribusi, Red),” ucap Bachdim dalam jumpa pers di Sleman kemarin.

Di Bali United musim lalu Bachdim memang lebih sering duduk di bangku cadangan. Pemain yang pernah dididik Ajax Amsterdam di fase junior itu turun 18 kali dan hanya 6 di antaranya sebagai starter.

Selain persaingan ketat di skuad Bali United, cedera sering mengganggu Irfan. Keterbatasan menit bermain tersebut membuat dia hanya bisa menyumbangkan 3 gol dan 1 assist musim lalu.

Padahal, akhir tahun nanti ada ajang Piala AFF. Bachdim, yang namanya mulai melejit di Piala AFF 2010, tentu ingin tetap berada dalam radar Shin Tae-yong, pelatih baru tim nasional, menjelang event dua tahunan itu.

Sebelum mantap berlabuh ke PSS, Bachdim sempat berbincang dengan pelatih Eduardo Perez. Pemain yang beberapa kali menjadi bintang iklan tersebut mengulik visi dan misi pelatih asal Spanyol itu sebelum mengambil keputusan. ”Dia menjelaskan visinya, mau menempatkan saya di mana, latihan harus bagaimana. Saya sangat senang itu,” imbuh pemain yang turut membawa Bali United menjuarai Liga 1 musim 2019 tersebut.

Bahcdim bisa bermain di berbagai posisi di garis depan. Sebagai penyerang tengah, second striker, maupun penyerang sayap. Work rate-nya bagus. Begitu pula determinasinya.

Setelah melejit di Piala AFF 2010, Bachdim bisa dibilang sebagai ”David Beckham”-nya persepakbolaan Indonesia. Kehidupannya di luar lapangan turut ramai jadi sorotan. Termasuk hubungannya dengan Jennifer, kakak gelandang Persib Bandung Kim Jeffrey Kurniawan, yang berprofesi sebagai model.

Sayang, sepak bola Indonesia kemudian dihembalang dualisme federasi dan kompetisi pun ikut pecah. Bachdim yang ketika itu dikabarkan mendapat banyak tawaran memilih berlabuh ke Persema Malang yang berkompetisi di Indonesian Premier League.

Tahun terbaiknya di timnas setelah Piala AFF 2010 sebenarnya 2016. Genjotan di Liga Jepang membuat fisik Bachdim dalam kondisi prima. Dia tampil bagus di berbagai uji coba. Sayang, cedera menjelang Piala AFF 2016 berlangsung membuatnya tercoret.

Soal adaptasi di PSS, agaknya Bachdim tak akan terlalu menemui kesulitan. Selain telah berdiskusi dengan pelatih; sejumlah pemain, terutama dua rekrutan baru lainnya, Arthur Irawan dan I Gede Sukadana, sudah dia kenal.

Di sisi lain, CEO Bali United Yabes Tanuri mengungkapkan sudah lama melakukan komunikasi dengan pihak PSS. Yabes pun berterima kasih atas segala dedikasi Bachdim selama membela Bali United sejak 2017. ”Semoga semakin sukses di karir selanjutnya,” ucap dia.