Membedah Investasi Asing Di era Pemerintahan Presiden Jokowi Jilid 2

JAKARTA – Bank Dunia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi dunia akan cenderung menurun pada tahun 2019 ini dan kedepan. Demikian juga UNCTAD melaporkan adanya pelambatan pertumbuhan investasi global di tahun 2018. Beberapa faktor yang berkontribusi, misalnya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok.

Kondisi di atas juga berpengaruh pada pertumbuhan investasi asing yang juga menurun di tahun 2018. Ditambah lagi peringkat Ease of Doing Business Indonesia juga menurun dari 73 menjadi 72.

Selain dari ekspor dan konsumsi domestik, investasi asing sangat pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Untuk meningkatkan ekspor saat ini kemungkinan masih akan sulit karena beberapa hal, misalnya perang dagang antara US dan Tiongkok berpengaruh terhadap menurunnya produksi global.

“Seharusnya investasi asing lebih difokuskan pada industri yang dapat mendorong ekspor, Namun industri ini sebaiknya bukan lagi industri manufaktur dasar, tetapi industri berupa produk teknologi yang memiliki nilai tinggi”, demikian disampaikan oleh Iman Prihandono, PhD, pengamat investasi internasional dari Universitas Airlangga yang disampaikan pada Dialog INVESTASI ASING PEMERINTAHAN PRESIDEN JOKOWI JILID 2 yang diselenggarakan Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Airlangga di Jakarta (12 Agustus 2019).

Adjie Budiarto Said dari Senior Council Chevron berpandangan bahwa stabilititas politik dan keamanan menjadi aspek penting bagi investasi asing di Indonesia. Para pengusaha, mengharapkan pemerintah dapat menjaga stabilitas politik dan keamanan yang saat ini dinilai sudah baik.

Menyambut harapan dunia usaha, pemerintah terus berbenah diri dengan memberikan insentif dan kemudahan berusaha. “Tax Allowance dan Tax Holiday merupakan insentive yang pemerintah berikan”, Ujar Boby Ariwibowo dari Kementerian Keuangan.

Diskusi ini mempertemukan empat unsur utama pembangunan, Pemerintah, Swasta, Akademisi, dan masyarakat sipil. Didik Sasano Setyadi, Ketua IKA  Fakultas Hukum Universitas Airlangga menyambut baik acara Diskusi ini “ini adalah peran sosial kami bagi pembangunan bangsa. Pengalaman praktis kami, serta sinergi dengan pakar kampus, pihak pemerintah dan masyarakat sipil akan memberikan manfaat yang besar bagi bangsa”. (*)