22.6 C
Malang
Senin, April 8, 2024

Badai Pasir Tebal Ancam Gempur Ibu Kota Tiongkok

 

TIONGKOK – Badai pasir tebal akan melanda Beijing, ibu kota Tiongkok dan beberapa provinsi hingga Rabu (12/4).

Peramal cuaca lokal telah memperingatkan warga tentang bahaya pernapasan dan jarak pandang yang sangat rendah saat bepergian, lapor media pemerintah.

Sebelum ini, Beijing telah memiliki derajat yang cukup tinggi dalam polusi udara. Ditambahi, muncul sejumlah badai pasir non musiman selama beberapa minggu terakhir.

Peramal cuaca mengeluarkan peringatan peringatan cuaca biru untuk badai pasir. Tiongkok memiliki sistem peringatan cuaca berkode warna empat tingkat.

Warna merah mewakili peringatan paling parah dan biru adalah kode peringatan paling ringan.

Pada Selasa pagi (11/4), asap dan awan abu-abu berkabut terlihat menyelimuti Beijing.

Baca Juga:  Merasa Dikucilkan, Kaum Antivaksin Singapura Akhirnya Mau Divaksin

Indeks kualitas udara real time kota ini berada pada angka polusi yang serius, menurut situs web Pusat Pemantauan Ekologi dan Lingkungan Kota Beijing, dilansir Channel News Asia.

Konsentrasi partikel halus di udara di Beijing saat ini 46,2 kali lipat di atas nilai pedoman kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia.

Ini data menurut IQAir, situs web yang mengeluarkan data dan informasi kualitas udara.

Selusin provinsi, termasuk Shaanxi, Shanxi, Hebei, Shandong, Jiangsu, Anhui, Henan dan Hubei, Mongolia Dalam dan metropolis Shanghai, akan terkena dampak badai pasir dan debu besar hingga pukul 8 pagi pada hari Rabu (12/4), kata Observatorium Meteorologi Pusat Tiongkok.

Badai pasir kembali menjadi topik diskusi hangat di Weibo, platform media sosial mirip Twitter di China. Topik ini memunculkan 2,178 juta obrolan.

Baca Juga:  Wisata Pantai Malang Selatan Belum Pulih

Seorang pengguna menulis, “Apa! Ketika saya bangun, mengapa tidak ada yang mengeluarkan pemberitahuan liburan, apakah Anda masih harus bekerja di tengah debu hari ini!”
Beijing telah mengalami badai pasir secara teratur pada bulan Maret dan April karena berada di dekat gurun Gobi yang luas.

Seorang pejabat pemerintah China di Kementerian Ekologi dan Lingkungan baru-baru ini mengatakan jumlah badai pasir sekarang empat kali lebih tinggi dibandingkan tahun 1960-an. Ini akibat dari perubahan iklim dan curah hujan yang lebih rendah.(*/fin)

 

TIONGKOK – Badai pasir tebal akan melanda Beijing, ibu kota Tiongkok dan beberapa provinsi hingga Rabu (12/4).

Peramal cuaca lokal telah memperingatkan warga tentang bahaya pernapasan dan jarak pandang yang sangat rendah saat bepergian, lapor media pemerintah.

Sebelum ini, Beijing telah memiliki derajat yang cukup tinggi dalam polusi udara. Ditambahi, muncul sejumlah badai pasir non musiman selama beberapa minggu terakhir.

Peramal cuaca mengeluarkan peringatan peringatan cuaca biru untuk badai pasir. Tiongkok memiliki sistem peringatan cuaca berkode warna empat tingkat.

Warna merah mewakili peringatan paling parah dan biru adalah kode peringatan paling ringan.

Pada Selasa pagi (11/4), asap dan awan abu-abu berkabut terlihat menyelimuti Beijing.

Baca Juga:  Senam Lansia Ramaikan Car Free Day Ijen

Indeks kualitas udara real time kota ini berada pada angka polusi yang serius, menurut situs web Pusat Pemantauan Ekologi dan Lingkungan Kota Beijing, dilansir Channel News Asia.

Konsentrasi partikel halus di udara di Beijing saat ini 46,2 kali lipat di atas nilai pedoman kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia.

Ini data menurut IQAir, situs web yang mengeluarkan data dan informasi kualitas udara.

Selusin provinsi, termasuk Shaanxi, Shanxi, Hebei, Shandong, Jiangsu, Anhui, Henan dan Hubei, Mongolia Dalam dan metropolis Shanghai, akan terkena dampak badai pasir dan debu besar hingga pukul 8 pagi pada hari Rabu (12/4), kata Observatorium Meteorologi Pusat Tiongkok.

Badai pasir kembali menjadi topik diskusi hangat di Weibo, platform media sosial mirip Twitter di China. Topik ini memunculkan 2,178 juta obrolan.

Baca Juga:  Bangkitkan Sektor Wisata, Forkopimda Gelar Vaksinasi di Lembah Indah

Seorang pengguna menulis, “Apa! Ketika saya bangun, mengapa tidak ada yang mengeluarkan pemberitahuan liburan, apakah Anda masih harus bekerja di tengah debu hari ini!”
Beijing telah mengalami badai pasir secara teratur pada bulan Maret dan April karena berada di dekat gurun Gobi yang luas.

Seorang pejabat pemerintah China di Kementerian Ekologi dan Lingkungan baru-baru ini mengatakan jumlah badai pasir sekarang empat kali lebih tinggi dibandingkan tahun 1960-an. Ini akibat dari perubahan iklim dan curah hujan yang lebih rendah.(*/fin)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/