Intensitas Gempa Jawa Timur Naik 100 Persen

MALANG – Intensitas pergerakan lempeng bumi alias gempa di wilayah Jawa Timur dari Juli hingga Agustus mengalami peningkatan yang signifikan. Menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Klas III Karangkates, pada Juli jumlah gempa mencapai 45 kali, sementara di Agustus tercatat 80 kali, atau mengalami kenaikan sekitar lebih dari 100 persen.

“80 kali itu ya gempa skala kecil juga. Yang dirasakan mungkin hanya 5 kali. Tapi naiknya ini sudah 100 persen,” tutur Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Klas III Karangkates – Malang, Musripan.

Jumlah ini didapat BMKG dari total gempa yang terjadi di wilayah Jawa Timur. Hanya saja tidak menutup kemungkinan gempa yang episentrumnya berada di Jawa Tengah tapi juga terasa di Jawa Timur turut dimasukan dalam data tersebut.

Yang unik, aktivitas gempa di Jawa Timur selama Juli – Agustus berbanding terbalik dengan gempa keseluruhan di Indonesia.

Disaat Jawa Timur mengalami tren peningkatan, Aktivitas gempa di Indonesia justru mengalami penurunan.



Selama bulan Agustus, tercatat gempa lebih sedikit jika dibanding Juni dan Juli 2019. Pada Juni dan Juli, Indonesia mengalami gempa sebanyak 735 dan 841 kali, namun di Agustus turun menjadi 673 kali,

“Karena banyak juga di darat, pengingkatannya cukup signifikan. Kayak kemarin gempa Madiun tidak sampai 5 hari itu total gempanya sudah sampai 18 kali, tapi yang terasa cuma sedikit,” tutupnya.

Pewarta: Elfran Vido
Ilustrasi: Rahadian Bagaskara
Penyunting: Fia