Intensifkan Pemeriksaan Bus Jelang Lebaran

JawaPos.com – Lebaran tinggal 13 hari lagi. Dinas perhubungan (dishub) memeriksa kelayakan kendaraan (ramp check) di Terminal Osowilangun (TOW) kemarin siang (21/5). Upaya itu dilakukan dalam rangka mempersiapkan angkutan menjelang arus mudik. Juga, sebagai langkah untuk menekan terjadinya kecelakaan lalu lintas (lantas).

Selain disebabkan human error, kecelakaan lalu lintas bisa disebabkan faktor kesiapan fisik kendaraan seperti sistem pengereman yang kurang baik. Hal tersebut terjadi karena kondisi ban yang kurang layak. ”Ini kami periksa semua, baik fisik maupun administrasinya,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Pengendalian Angkutan (Wasdal) Dishub Surabaya Budi Basuki.

Dia menuturkan, ada dua jenis pemeriksaan yang dilakukan pihaknya. Yakni, kondisi fisik bus di terminal. Itu sangat penting dilakukan mengingat upaya pencegahan terjadinya kecelakaan lantas bisa dilakukan melalui pemeriksaan tersebut.

Terkait cek fisik, lanjut dia, ada beberapa hal yang menjadi perhatian penting dalam tahap itu. Di antaranya, kondisi lampu, spion, serta sistem pengereman pada bus. Untuk kondisi ban, harus sesuai standar. Yakni, kedalaman alur ban tidak boleh kurang dari 1 milimeter. Jika hal tersebut tak dipenuhi, petugas akan melakukan penilangan di tempat. ”Ban sangat penting karena rawan mengakibatkan kecelakaan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, ban tidak boleh aus. Apalagi, ban daur ulang digunakan. Sebab, hal tersebut sangat berbahaya. Menurut dia, sangat banyak pelanggaran terkait kondisi ban yang ditemukan di TOW. Setidaknya, ada tiga bus berbagai jurusan yang ditilang lantaran bannya tidak memenuhi standar.

Selain itu, ditemukan banyak bus yang tidak dilengkapi standar keamanan yang berlaku. Misalnya, bus tidak memiliki alat pemadam api ringan (APAR) dan pemecah kaca. Atau, bus tak dilengkapi ban cadangan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya menugaskan petugas khusus yang berjaga untuk memeriksa kondisi fisik bus. ”Pemeriksaan lebih intensif lagi jelang Lebaran,” ucapnya.

Selain pemeriksaan fisik, petugas dishub mengecek kelengkapan administrasi, baik pengemudi maupun kendaraan. ”Kami akan melihat izin trayek dan surat uji KEUR, termasuk surat izin mengemudi (SIM) sopir,” tambahnya.

Salah seorang awak bus yang ditilang petugas adalah Hasan. Kondektur bus jurusan Surabaya-Paciran itu ditindak lantaran menggunakan ban vulkanisir alias ban daur ulang. Juga, tidak adanya ban serep. ”Ban serep ketinggalan,” ucap pria asal Lamongan tersebut.

Dia mengaku menggunakan ban vulkanisir lantaran terpaksa. Sebab, hasil pendapatannya sangat kurang sehingga tidak bisa membeli ban baru. Pendapatan yang minim itu terjadi karena dia tidak mendapatkan banyak penumpang.