Inspirasi Lembayung Pantai Garut dalam Garis Desain Rya Baraba

JawaPos.com – Wilayah Garut, Jawa Barat, tak hanya terkenal dengan dodolnya. Akan tetapi daerah di Jawa Barat ini juga punya wisata bahari yang indah. Pantai Garut yang indah dengan sunsetnya itu menjadi inspirasi bagi desainer mode Rya Baraba.

Dalam perhelatan Indonesia Sharia Economic Fashion (ISEF) di Jakarta Convention Center (JCC) baru-baru ini, Rya Baraba menggangkat tema ‘Lembayung’. Koleksi Lembayung menyoroti gambaran laut yang terinspirasi dari keindahan sunset di kala senja di pantai Garut yang belum banyak ketahui.

Ini terlihat dari permainan warna paling dominan seperti terracotta, purple, dan nude. Sedangkan untuk materialnya, kain yang dipakai yakni liquid, velvet dan tenun ikat Garut.

“Koleksi saya ini menggunakan kain tenun ikat Garut dan menggunakan proses pewarnaan natural dyes, teknik garam dan pengerjan tangan yang ramah lingkungan tanpa merusak ekosistem Iingkungan,” kata Rya kepada JawaPos.com.

Koleksi Rya Baraba dengan tenun ikat Garut dalam ISEF 2019. (Istimewa)

Dalam koleksi ini Rya Baraba berharap dapat bisa mengajak muslimah Indonesia dan dunia untuk lebih sadar akan kain Indonesia. Dia juga turut menggaungkan kampanye sustainable fashion atau fashion ramah lingkungan lewat karyanya.

“Caranya dengan memaksimalkan penggunaan kain sehingga meminimalisir waste yang terbuang dan ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan alam,” tuturnya.

Lantas, apa sih yang dikatakan sustainable fashion menurut Rya Baraba?

Setidanya, ada 5 langkah yang sudah dilakukan Rya dalam karyanya untuk mendukung sustainable fashion. Tak hanya soal metarial busana tapi juga kesenangan karyawan.

1. Produk

Produk yang dihasilkan dan diproduksi memaksimalkan potongan pola. Sehingga mengurangi dan meminimalisir limbah kain atau sisa kain yang terbuang.

2. Limbah Kain

Limbah kain di tempat produksi Rya Baraba disimpan dan dibagikan kepada mahasiswa yang membutuhkan limbah kain untuk tugas praktek kuliah mereka. Kebanyakan mereka berasal dari mahasiswa tekstil dan fashion designer untuk memanfaatkan sisa kain rersebut.

3. Lokasi

Lokasi office butik dan produksi berlokasi di satu tempat yang sama sehingga memudahkan mobilitas para pekerja dan mengurangi penggunaan transportasi.

4. Packaging

Packaging yang digunakan adalah paper bag, tote bag, dan box yang multifungsi tanpa menggunakan plastik sehlngga mengurangi sampah plastik yang terbuang sia-sia.

5. Karyawan

Rya Baraba sangat memparhatikan kesejahteraan karyawan demi keseimbangan produktifitas dengan cara seringnya mengajak karyawan berlibur. melakukan kegiatan sosial seperti charity, makan bersama dan reward.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani