INSA Batam Kritisi Penggarapan Potensi Maritim

JawaPos.com – Kepulauan Riau (Kepri) merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi maritim cukup besar. Namun pontensi tersebut masih belum tergarap maksimal. Bahkan penggarapan potensi maritim baru sekitar 10 persen.

Ketua DPC Indonesia National Shipowner Association (INSA) Kota Batam Osman Hasyim mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan pemerintah menjadi salah satu sebab utama belum maksimalnya penggarapan potensi maritim di Kepri. Seperti yang terjadi di Batam. Kebijakan untuk menarik hadirnya industri perkapalan bertabrakan dengan aturan yang ada. Sehingga industri perkapalan masih belum menunjukan perkembangan signifikan.

“Dalam Perka (Peraturan Kepala) BP (Badan Pengusahaan) Batam itu tarifnya sudah sangat efisien. Tapi ada kebijakan dari pengelola pelabuhan yang mensyaratkan dilaksanakannya tarif tersebut,” kata Hasyim di Batam, Rabu (6/2).

Di Batam seharusnya ada kepastian hukum industri maritim agar bisa berkembang lebih baik. Seperti soal shipyard, lego jangkar, bongkar muat, dan lain sebagainya.



Dengan kondisi sekarang, perusahaan yang melihat potensi Batam sebagai daerah strategis untuk aktivitas ekonom menjadi berpikir ulang dan menahan investasinya. Padahal membaiknya sektor ini akan memberikan efek yang berujung pada geliat ekonomi di sektor lain.

“Perkembangan industri perkapalan akan memberikan multiefek. Ada aktivitas penyediaan jasa di sana untuk ABK kapal yang lego jangkar. Ada potensi untuk pariwisata wisata dan keuntungan lainnya,” papar Hasyim.

Semua pihak terkait harus bisa memberikan kenyamanan pada industri. Dengan tetap menjamin hadirnya keamanan, tarif yang efisien, dan kemudahan bagi pengusaha.

Editor           : Sofyan Cahyono

Reporter      : Bobi Bani