Inovasi Unisma Menembus Batas Dunia

MALANG KOTA – Upaya Universitas Islam Malang (Unisma) menembus batas dunia terus dilakukan. Setelah melakukan kerja sama dengan enam kampus di Rusia, rombongan Rektor Unisma Prof Dr Maskuri Bakri menjelajah Uzbekistan (17/9).

Di sana, rektor yang hobi silaturahmi ini bertemu Prof Dr H. Sunaryo Kartadinata, MPd, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Tashkent. Pertemuan ini membahas program implementasi kerja sama antara Unisma dengan beberapa perguruan tinggi di Uzbekistan.

Dua tahun yang lalu, Unisma telah melaksanakan penandatanganan MoU dengan Tashkent State Institute of Oriental Studies (TSIOS). Hasilnya telah dilaksanakan beberapa joint program, antara lain kegiatan Joint Summer Program mahasiswa Uzbekistan di Unisma selama kurang lebih satu bulan.

Seusai kunjungan ke KBRI Tashkent, pada kunjungan kerja tahun 2019 kali ini, Maskuri bersama Wakil Rektor 2 Unisma Noor Shodiq Askandar SE MM dan Kepala Kantor Urusan Internasional Unisma Dr Imam Wahyudi Karimullah MA menandatangani MoU dengan Rektor Uzbekistan State World Language University Prof Ganisher Rahimov.

Kedua pihak sepakat menyelenggarakan international conference, collaborative research, penulisan buku bersama, student exchange, dan lecturer exchange, bahkan pembelajaran daring.

Di sisi lain, Maskuri juga menyampaikan, tahun ini Unisma memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional (luar  negeri) untuk studi di Unisma melalui jalur beasiswa.

Dengan kuota 40 beasiswa bagi mahasiswa internasional, diharapkan jumlah mahasiswa Uzbekistan di Indonesia, khususnya di Unisma Malang, bisa meningkat. Pada pertemuan tersebut juga dibahas rencana strategis kedua belah pihak dalam mendirikan Silk Road dan Imam Al-Bukhari Research Center di Tashkent dengan melibatkan support dari para peneliti keagamaan  dari Unisma.

Unisma dalam melakukan jejaring dengan perguruan tinggi dunia, tidak lepas dari support dan kerja sama dengan pemerintah tiga daerah di Malang Raya. Yakni Kabupaten Malang, Kota Malang, serta Kota Batu.

Buktinya, berbagai event yang dihadiri tamu-tamu penting dari luar negeri selalu diterima pemerintah di Malang Raya. Bahkan mendapatkan akses kunjungan di beberapa tempat wisata yang ada. Tamu luar negeri itu juga didampingi para petinggi dari organisasi perangkat daerah terkait.

Ini menunjukkan betapa dekatnya Unisma dengan pemerintah daerah dalam melakukan sinergitas pengembangan wisata, ekonomi, dan pendidikan.

Kunjungan kali ini tidak hanya untuk kerja sama belaka, melainkan juga ada nilai religi. Delegasi Unisma juga melaksanakan kegiatan doa bersama dan tahlil di area makam Imam Al-Bukhori di Kota Samarkand, Uzbekistan. Istimewanya, saat tahlilan juga didampingi imam besar di kota itu serta diberi akses langsung di area ruang makam Imam Bukhori.

Doa bersama dan tahlil ini khusus untuk perkembangan dan keberkahan Unisma  serta para tokoh pendiri dan civitas academica Unisma. Bahkan juga berdoa di makam Qusam Ibnu Abbas yang merupakan sepupu Rasulullah Muhammad SAW. Uzbekistan memiliki latar belakang historis yang sangat dekat dengan Indonesia.

”Sebagai negara tempat para tokoh perawi hadits yang masyhur, pilihan Unisma untuk menggandeng perguruan tinggi di Uzbekistan sangatlah tepat,” ungkap Maskuri Bakri.

Selain penandatanganan MoU, delegasi Unisma juga melaksanakan pertemuan informal dengan Tashkent State Institute of Oriental Studies. Ini membahas rencana pengiriman mahasiswa Uzbekistan ke Unisma Malang, Januari 2020.

Juga membahas rencana pelaksanaan joint book publication dan double master degree program dengan Uzbekistan State World Language University. Kegiatan ini merupakan bagian dari Global Linkages of Unisma dalam rangka menuju World Class University.

Pewarta : Sandra Desi
Copy Editor : Amalia Safitri
Penyunting : Abdul Muntholib