Inikah Musim yang Tepat Melengserkan Mercedes?

Inikah Musim yang Tepat Melengserkan Mercedes? - JPNN.COM

Ilustrasi. Foto: AFP

RADAR MALANG ONLINE, MELBOURNE – Penantian panjang penggila kebut-kebutan Jet Darat berakhir sudah. Musim Formula 1 2017 akan dibuka dengan seri perdana GP Australia akhir pekan ini.

Harapan datangnya penantang kuat bagi Mercedes segera dibuktikan di Sirkuit Melbourne Park. Setelah tiga musim mendominasi Formula 1, baik untuk juara pembalap dan konstruktor, tahun ini adalah waktu yang tepat bagi Ferrari dan Red Bull untuk menjungkalkan Mercedes.

Regulasi teknis yang membuat perubahan besar pada aerodinamika mobil menjadi faktor yang disebut-sebut akan mengubah peta persaingan di grid F1.

Delapan hari uji coba pra musim di Barcelona sedikit menjawab sinyal tersebut. Ferrari bukan hanya lebih cepat dari Mercedes, baik dalam catatan waktu satu lap dan long run, tapi juga memiliki mesin dengan tingkat ketahanan terbaik. Selama era dominasinya di F1 tiga tahun terakhir, Mercedes sebenarnya “hanya” bergantung pada ketangguhan mesin. Sedangkan tim-tim seperti Red Bull, McLaren, dan Ferrari memiliki chassis yang kabarnya lebih baik dari Mercedes.

Selama tiga tahun terakhir, pabrikan-pabrikan mesin F1 secara perlahan tapi pasti berhasil mengepras defisit power yang selama ini tertinggal dari Mercedes. Renault mengklaim kini jaraknya dengan Mercedes di bawah setengah detik per lap. Sementara Ferrari, dari hasil uji coba pra musim, diperkirakan sudah terlihat lebih cepat dari Mercedes atau paling tidak menyetarai,

Dari sisi line up pembalap Ferrari juga lebih kuat ketimbang Mercedes. Keputusan pensiun dari juara dunia tahun lalu Nico Rosberg, tak bisa dimungkiri adalah kehilangan besar bagi Mercedes. Sedangkan di kubu Ferrari, dengan mobil yang lebih cepat, cengkeraman ban sangat kuat, dan F-Force lebih besar, pembalap-pembalap senior seperti Kimi Raikkonen seperti menemukan “mainan kesayangannya” kembali.

Fakta tersebut sudah tampak sepanjang uji coba pra musim lalu dimana Raikkonen sukses menjadi pembalap tercepat dan satu-satunya pilot F1 yang mampu menjebol tembok kisaran waktu lap 1 menit 18 detik. Bersinarnya kembali pembalap-pembala “tua” di atas mobil generasi terbaru ini juga tampak pada pembalap Williams Felipe Massa. Pengalaman pernah mengendarai mobil bermesin V10 atau bahkan V12 di masa lalu sangat berguna bagi mereka.

Mantan Kepala Mekanik Ferrari Toni Cuquerella yang pensiun pada musim lalu dan kini menjadi komentator F1 di sebuah TV Spanyol mengungkapkan bahwa skuat Italia mengeluarkan dana seratusan juta euro demi menaklukkan Mercedes tahun ini.