Ini Tata Cara dan Hikmah Salat Gerhana

KOTA MALANG – Gerhana bulan parsial atau sebagian bakal terjadi pada 17 Juli 2019. Tepatnya akan mulai pada pukul 03.01 hingga pukul 06.00. Gerhana ini diprediksi akan terlihat di Indonesia. Dalam agama Islam, saat fenomena tersebut terjadi, umat muslim hukumnya sunah muakkad untuk melakukan salat gerhana.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tata cara melakukan salat gerhana bulan:

1. Niat dan Takbiratul Ihram.
2. Membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya. Disunahkan surat yang panjang.
3. Ruku. Disunahkan waktu ruku lama, seperti waktu berdiri.
4. Berdiri lagi kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya. Disunahkan lebih pendek daripada sebelumnya.
5. Ruku lagi. Disunnahkan waktunya lebih pendek dari ruku pertama.
6. Itidal.
7. Sujud.
8. Duduk di antara dua sujud.
9. Sujud kedua.
10. Berdiri lagi (rakaat kedua), membaca surat Al Fatihah dan lainnya
11. Ruku. Disunahkan waktu ruku lama, seperti waktu berdiri.
12. Berdiri lagi kemudian membaca Al Fatihah dan surat lainnya.
13. Ruku lagi. Disunnahkan waktu ruku lebih pendek dari ruku pertama.
14. Itidal.
15. Sujud.
16. Duduk di antara dua sujud.
17. Sujud kedua.
18. Duduk Tahiyah akhir.
19. Salam.

Pada rakaat pertama dijelaskan bacaan surat pertama lebih panjang daripada surah kedua. Demikian pula pada rakaat kedua, bacaan pertama lebih panjang daripada surat kedua. Misalnya rakaat pertama membaca Surah Yasin dan Surah Ar-Rahman, lalu rakaat kedua membaca Surah Al-Waqiah dan Surah Al-Mulk.

Begitu salam selesai diucapkan, maka sangat disunahkan untuk berdoa setelah salat gerhana bulan. Sebabnya, setelah salat gerhana bulan adalah waktu doa tersebut diijabah oleh Allah.



Mengamati peristiwa gerhana bisa meningkatkan keimanan termasuk dalam menjalankan shalat sunnahnya.

Manfaat dari shalat gerhana adalah mengingat kebesaran Allah, bukan karena sebab kematian seseorang atau lahirnya seseorang tetapi karena sudah ketetapan Allah (hukum alam).

“Sesungguhnya matahari dan bulan tidak mengalami gerhana disebabkan karena matinya seseorang. Jika kalian melihat gerhana keduanya, maka dirikanlah ssalat dan berdoalah hingga selesai gerhana yang terjadi pada kalian,” (HR. Al-Bukhari no. 1040).

Seorang mahasiswa Tehnik Sipil FT UNS 2010 memaparkan hikmah shalat gerhana, dikutip dari nurulhuda.uns.ac.id, saat terjadi gerhana, gaya gravitasi besar akan terjadi antara bumi, bulan dan matahari.

Fenomena gerhana ternyata memungkinkan terjadinya gempa bumi, karena gaya tarik menarik yang mengakibatkan pergeseran tanah. Selain itu, gerhana juga memungkinan terjadinya gunung berapi meletus. Karena gaya tarik menarik dapat memicu aktifitas magma yang berada di perut bumi.

Itulah mengapa kita diperintahkan untuk melakukan salat gerhana. Karena dalam salat kita akan berdoa, berdzikir, bertahmid, rukuk, sujud, dan bersyukur.Karena hanya kepada Allah SWT kita meminta pertolongan, sebab Dia-lah, yang memiliki kuasa atas alam semesta ini.

Pewarta: Rida Ayu
Ilustrasi: dok JPNN
Penyunting: Fia