Ini Sikap Rektor 3 PTN soal Joki Ujian

MALANG KOTA – Besok (16/5), sebanyak 35.823 pendaftar menjalani tes tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Rektor tiga perguruan tinggi negeri (PTN) yang menjadi penanggung jawab seleksi di masing-masing kampusnya, kompak mengantisipasi perjokian. Bahkan, tidak segan-segan mempidanakan.

MALANG KOTA – Besok (16/5), sebanyak 35.823 pendaftar menjalani tes tulis Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Rektor tiga perguruan tinggi negeri (PTN) yang menjadi penanggung jawab seleksi di masing-masing kampusnya, kompak mengantisipasi perjokian. Bahkan, tidak segan-segan mempidanakan.

Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr AH Rofi’udin MPd menyatakan, perjokian merupakan tindakan kriminal. Jika ada yang terbukti menjadi joki, Rofi’udin akan membawanya ke jalur hukum.

Termasuk mahasiswa UM sendiri. ”Kalau sampai ada mahasiswa UM menjadi joki dan terbukti, dia terkena sanksi akademik. Untuk proses hukum, langsung diserahkan ke polisi,” tegas Rofi’udin kemarin (14/5).

Rofi’udin pun sudah berkoordinasi dengan panitia lokal (panlok) Malang. Koordinasi tersebut membahas strategi mengantisipasi praktik perjokian. Pihaknya memberi perhatian lebih lantaran modus perjokian di Malang kerap berganti dari tahun ke tahun. ”Kami terus tingkatkan pengamanan untuk antisipasi beragam modus perjokian,” bebernya.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor Unversitas Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang Prof Dr Mudjia Rahadjo MSi juga mengecam keras praktik perjokian. ”Perjokian itu bentuk kejahatan akademik,” jelas dia.



Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS menyatakan, pihaknya sudah memperketat pengamanan. Salah satunya, memasang CCTV di ruang kelas yang digunakan untuk tes SBMPTN.

Bisri juga mengimbau agar mahasiswanya tidak terlibat praktik perjokian. ”Mahasiswa yang benar-benar terbukti (menjadi joki) akan dikeluarkan dari kampus. Sebab, itu masuk tindak kejahatan,” kata Bisri.

Pewarta: Kisno Umbar
Fotografer: Darmono
Editor: Mahmudan